Polda Harus Tangkap Dua Provokator Jelang Pertandingan Final Piala Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 19 Oktober 2015, 09:14 WIB
Polda Harus Tangkap Dua Provokator Jelang Pertandingan Final Piala Presiden
ilustrasi/net
rmol news logo . Polda Metro Jaya harus segera menangkap dan mengumumkan dua provokator yang menjadi biang kerusuhan menjelang pertandingan final Piala Presiden 2015.

"Sebab, aksi yang dilakukan kedua provokator itu sangat masif dan profesional. Yakni anak-anak remaja mereka libatkan sejak H-2," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 19/10).

Dalam pantauan Neta, aksi-aksi pelemparan terhadap kendaraan plat D mereka lakukan di jalan tol,  dan di pintu-pintu masuk ke Jakarta. Bahkan mobil Kapolres Jakarta Timur pun mereka hancurkan.

"Polda harus segera memaparkan, apakah kedua provokator itu pihak yang selama ini aktif di sepakbola atau tidak. Apakah kedua provokator ini juga sebagai otak perusakan yang hendak mengagalkan final Piala Presiden atau tidak," jelas Neta.

"Bagaimana pun polisi perlu mengungkap keberadaan jaringannya agar bisa diketahui,  apakah kerusuhan dalam even sepakbola selama  ini merupakan aksi mereka atau tidak," sambung Neta.

Secara umum, menurut Neta, sistem pengamanan yang dilakukan jajaran Polda Metro Jaya dalam mengamankan pertandingan final Piala Presiden antara Persib Bandung dengan Sriwijaya FC di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta patut diapresiasi.

"Sistem ini menjadi fenomena baru dalam dunia sepakbola Indonesia, sehingga pertandingan-pertandingan rawan konflik tidak perlu lagi dipindah ke lain kota atau dilakukan tanpa penonton," demikian Neta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA