‎

. Sebagai sayap Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), harus lebih banyak berbuat untuk kepentingan rakyat.Â
‎Dan sebagai komitmen mewujudkan kepentingan rakyat, kata Ketua Umum Depinas Soksi Ade Komaruddin, ada dua hal yang menjadi fokus perhatian Soksi. Pertama,penyelamatan negara. ‎Dalam konteks ini, bisa belajar dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam aspek nasionalisme.Â
‎ "Saat itu, Sri Sultan HB IX mengeluarkan Maklumat 5 September 1945 yang menyatakan bahwa DIY adalah bagian dari NKRI, dan Sultan Yogya langsung bertanggung jawab kepada Presiden RI," kata Ade ‎dalam sambutan Musyawarah Daerah (Musda) V SOKSI DIY bertema Melalui Konsolidasi Total, SOKSI Berjuang untuk Mensejahterakan Rakyat di Bantul (Sabtu, 10/10).Â
‎‎Fokus kedua, sambung Ade, penyelamatan Partai Golkar. Selama dua tahun ini, Partai Golkar terlalu larut dalam konflik sehingga menjadi kehilangan waktu yang produktif.Â
‎"Harus bersatu membangun kembali partai Golkar. Sebab, akibat dari konflik dua kubu, momen yang hilang adalah pilkada. Dampaknya, kita menjadi tidak begitu siap," demikian Ade. ‎
[ysa] ‎
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: