OSO Minta Otak Pembunuh Aktivis Tani Lumajang Dihukum Mati

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 30 September 2015, 10:32 WIB
OSO Minta Otak Pembunuh Aktivis Tani Lumajang Dihukum Mati
oso/net
rmol news logo Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) meminta aparat hukum menangkap para pelaku pembunuhan sadis terhadap aktivis tani Salim alias Kancil di Lumajang Jawa Timur.

Dan terhadap otak pembunuhan, OSO meminta agar dihukum mati.

"Itu jelas perbuatan sangat-sangat tidak bisa diterima, tercela. Orangnya harus ditangkap dan harus dihukum mati," kata OSO usai membuka sosialisasi 4 Pilar MPR kepada SMA 285 Jakarta, di gedung Nusantara V, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Rabu, 30/9).

"Terus terang saja itu nggak boleh. Kita kan negara hukum. Itu bertentangan dengan UU. Kok tega-teganya sesama manusia," ujar OSO menambahkan.

OSO menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib, yaitu Kepolisian.

"Biarkan polisi yang menyelesaikan, ini tanggung jawab polisi. Laksanakan tugas sebagai aparat kemanan. Pemda juga harus bertanggung jawab. Seharusnya ada pencegahan," lanjut OSO.

Sebelumnya, dua aktivis tani di Lumajang dianiaya dengan oleh sekelompok orang tidak dikenal (preman). Salim Kancil meninggal dunia setelah digergaji, sementara Tosan saat ini dirawat intensif di sebuah Rumah Sakit. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA