Pengacara Aktivis 1998 Rapatkan Barisan Hadapi Antek Orba RJ Lino

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 27 September 2015, 00:06 WIB
Pengacara Aktivis 1998 Rapatkan Barisan Hadapi Antek Orba RJ Lino
rj lino/net
rmol news logo . Reformasi 1998 merupakan momentum untuk memperbaiki kondisi bangsa, khususnya melepaskan keadaan dari penyakit korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN) serta melawan fasisme.

Dua agenda ini merupakan agenda yang disuarakan para mahasiswa dan aktivis pergerakan saat itu. Ketika itu, hampir semua mimbar dan diskusi-dikusi dipenuhi dengan kajian betapa KKN dan fasisme harus dihapuskan.

1998 berlalu, dan hingga kini tenyata dua penyakit ini masih menggurita. Penyakit warisa Orba ini benar-benar mengakar dan akut.

Demikian kesimpulan kajian 100 pengacara komunitas aktivis 1998. Di antara mereka adalah Edysa Tarigan Girsang, Niko Adrian, Mangapul Silalahi, Satyo Purwanto, Akhmad Kasino, Dorma Kodong Sinaga, Masinton Pasaribu, Syahdatul Kahfi, Lambok Gultom, Jhoni Sujarman,  Martin S dan lain-lain.

"Kasus Pelindo II, yang belakangan ini menjadi sorotan media dan publik adalah bentuk nyata warisan Orba. RJ Lino, Direktur Pelindo II, adalah aktor Orbaisme atau Neolib," demikian keterangan mereka beberapa saat lalu (Minggu, 27/9).

Minggu siang nanti, mereka pun akan merapatkan barisan untuk membela anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dan melawan RJ Lino. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA