Ketua MPR Minta Tiongkok Relokasi Manufaktur Menengah ke Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 26 September 2015, 12:28 WIB
Ketua MPR Minta Tiongkok Relokasi Manufaktur Menengah ke Indonesia
zulhas/mpr
rmol news logo Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap pengusaha Tiongkok merelokasi manufaktur (pabrik) berteknologi menengah ke Indonesia dan bekerjasama dengan pengusaha lokal.

Harapan itu disampaikan Zulkifli Hasan kepada pengusaha Tiongkok dalam sambutan pada Konvensi Pengusaha Tiongkok se-Dunia ke-13 (The 13th World Chinese Entrepreneurs Convention) di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Bali, Sabtu, (26/9).

Konvensi yang diikuti 3.000 pengusaha Tiongkok dari 20 negara juga dihadiri presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menhub Ignatius Jonan, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Wakapolri Jend Budi Gunawan, dan Kabareskrim Anang Iskandar.

Zulkifli mengakui manufaktur Tiongkok sudah maju. Namun dia berharap manufaktur menengah dan sedang, seperti pabrik sepeda, tekstil, dan lainnya bisa direlokasi ke Indonesia.

"Manufaktur sedang dan menengah agar direlokasi ke Indonesia yang aman dan stabil. Kalau manufaktur berteknologi tinggi biarkan di sana," katanya.

Kepada pengusaha Tiongkok yang mengikuti konferensi ini, Zulkifli menegaskan bahwa Indonesia sangat aman untuk investasi karena adanya stabilitas politik dan keamanan.

"Stabilitas politik Indonesia dengan demokrasi yang semakin matang, yakinlah investasi di Indonesia sangat aman," katanya.

Zulkifli Hasan mengakui bahwa Indonesia sedang mengalami perlambatan ekonomi, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada kisaran 4 hingg 5 persen relatif masih tinggi dan tetap menjanjikan.

"Sekaranglah saatnya yang paling tepat untuk melakukan investasi di Indonesia," kata Zulkifli yang juga Ketua Umum PAN itu.

Zulkifli mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen, namun sekarang sedang mengalami perlambatan pada kisaran 4 hingga 5 persen. Pertumbuhan itu pun masih tinggi.

Dia meyakinkan pengusaha Tiongkok bahwa pemerintahan berjalan lancar, pemilu (Pilkada) juga berjalan lancar.

"Tidak ada yang perlu diragukan. Datanglah ke Indonesia, maju bersama pengusaha Indonesia," ucapnya.

Banyak sektor yang bisa dikerjasamakan, tambah Zulkifli, seperti pembangunan infrasuktur yang sedang dilakukan pemerintah antara lain pelabuhan.

"Tiongkok mempunyai program Jalan Sutera Abad ke-21 dan Indonesia punya program Poros Maritim, keduanya memilki persamaan," pungkasnya seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA