Sampai 2 Juli 2015, dana Kementerian PUPR telah terserap rata-rata nasional sebesar 14,80 persen atau senilai Rp 17,5 triliun dari alokasi TA 2015 sebesar Rp 118,5 triliun. Kementerian PUPR menyediakan 14.501 paket yang tersebar lintas direktorat jenderal di seluruh Tanah Air. Hal ini menjadi laporan Menteri Basuki di dalam Sidang Paripurna tentang serapan dana APBN yang digelar di Istana pada 2 Juli 2015.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Velix Wanggai menjelaskan serapan dana sebesar 14,80 persen adalah pola yang selama ini menjadi pola realisasi keuangan semester I dimana berbagai kegiatan mulai dilaksanakan dengan biaya termin pertama. Dalam semester II sejak Juli hingga Desember 2015 serapan dana akan meningkat dan diperkirakan mencapai 93 persen realisasi keuangan.
Velix Wanggai mengurai sejumlah program-program strategis di Kementerian PUPR digenjot pelaksanaannya. Termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 26,8 triliun yang disebar ke daerah-daerah dipercepat realisasinya, baik DAK Jalan, Irigasi, Air Minum dan Sanitasi.
Dari e-monitoring yang dilakukan secara intens menit demi menit, Velix Wanggai menjelaskana, bahwa serapan dana infrastruktur Kementerian PUPR telah menggerakan ekonomi daerah secara bertahap.
"Di kegiatan jalan dan jembatan, ada beberapa provinsi yang serapan diatas 20 persen seperti DI Yogyakarta, Nanggroe Aceh Darussalam, Jambi, Maluku, Bengkulu, Sulawesi Barat dan DKI Jakarta, serta Maluku Utara," ungkapnya.
Serapan dana diatas 20 persen di daerah-daerah seperti pemeliharaan rutin jalan, pemeliharaan jembatan, peningkatan struktur jalan, penggantian jembatan, pelebaran jalan, pembangunan jalan di kawasan industri dan daerah perbatasan dan terpencil maupun kegiatan perencanaan dan pengawasan teknis.
"Harapannya, serapan dana ini kian menggerakkan ekonomi lokal di seluruh tanah air," jelas Velix Wanggai.
[rus]
BERITA TERKAIT: