"Ekspor bahan mentah saya tolak. Saya setuju bangun smelter sehingga barang kita ada nilai tambahnya," ujar Zulkifli Hasan saat berbincang dengan wartawan di Rumah Makan Hassan I, Banda Aceh (Rabu, 27/5).
Zulhas, begitu ia disapa, menggambarkan bahwa barang mentah tidak memiliki nilai tambah. Sebaliknya, jika Indonesia menjual bahan mentah keluar maka barang itu akan kembali ke Indonesia dalam bentuk jadi dan berharga berpuluh-puluh kali lipat.
"Bayangkan, misalnya dari Aceh ekspor biji besi. Nah nanti (biji besi itu) datang ke sini dalam bentuk alumunium. Jadi bapak ekspor harga 1, datang balik 100. Yang dapat nilai tambah orang sana," sambung ketua umum PAN itu.
Pembangunan smelter, lanjutnya, memang tidak mendatangkan keuntungan secara instan. Namun dalam jangka panjang, hal itu akan terasa bermanfaat bagi rakyat Indonesia.
"Memang dua tahun puasa, tapi tahun ketiga dan keempat kan kita dapat nilai tambah," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: