Ini Kepentingan di Balik Pembentukan Komando Gabungan Pasukan Khusus TNI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Selasa, 05 Mei 2015, 14:59 WIB
ilustrasi/net
rmol news logo Panglima TNI Jenderal Moeldoko meluruskan bahwa TNI tidak berencana membentuk pasukan khusus baru.

Yang benar, TNI sedang merancang pembentukan Komando Gabungan Pasukan Khusus, karena masing-masing angkatan sudah mempunyai pasukan khususnya sendiri.

"Komando operasi khusus, bukan pasukan khusus. Panglima dalam hal ini adalah pengguna, dan wadahnya adalah komando gabungan pasukan khusus TNI,” terang Moeldoko kepada wartawan, usai meresmikan Museum Media Penerangan TNI, di gedung Media Center Puspen TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa siang (5/5).

Moeldoko menerangkan bahwa komando gabungan pasukan khusus akan diberikan logistik dan akomodasi agar bisa bergerak dalam hitungan menit ketika dibutuhkan oleh negara. Rencananya, pasukan gabungan akan bermarkas sementara di Sentul, Jawa Barat.

"Ini pasukan standby yang jika diperlukan bisa beroperasi dalam hitungan menit,” tegasnya.

Ketika ditanya, apakah pembentukan pasukan khusus gabungan ini dikarenakan ada situasi darurat yang mengancam keamanan negara, Panglima menegaskan bukan cuma itu.

"Bukan cuma situasi darurat, tapi ini lebih pada tanggung jawab.. Jangan sampai ketika presiden memberi perintah, saya menjawab ‘siap, tidak siap pak’,” ucap Panglima.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen M. Fuad Basya mengatakan, komandan pasukan khusus gabungan akan digilir setiap enam bulan kepada tiap komandan pasukan khusus di Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA