Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin. Menurut Said, ketika Mega mengungkapkan rasa sakit hatinya karena berulang kali ditusuk dari belakang atau dikhianati secara politik, disitu sebetulnya dia sedang menyampaikan pesan kepada seseorang atau kelompok orang di internal PDI Perjuangan sendiri.
Pesan yang diselipkan oleh Mega itu, lanjut Said, tentu mustahil ditujukan kepada orang atau kelompok di luar partainya. Kalau disebut pengkhianatan, maka pastilah itu bertalian dengan soal janji dan kesetiaan. Dan orang di luar partai tentu tidak terikat pada janji dan kesetiaan kepada Mega dan PDI Perjuangan.
"Nah, saya menduga pesan itu ditujukan Mega kepada Jokowi sebagai kader PDI-P yang belakangan ini disebut-sebut berniat mengambil alih kepemimpinan partai dari tangan Megawati. Sebagai politikus senior Mega mungkin sudah membaca gelagat politik Jokowi itu," kata Said beberapa saat lalu (Jumat, 10/4).
Dengan demikian, sambung Said, Megawati seperti ingin menggertak Jokowi dan kelompok pendukungnya.
"Kalau diterjemahkan dalam bahasa yang lebih tegas, kira-kira melalui pesannya itu Mega ingin bilang: awas, jangan macam-macam kepada saya," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: