Indikasiterbaru lembaga ini menjadi lemah bisa dilihat dari penanganan kasus Komjen Budi Gunawan (BG) yang dilimpahÂkan ke Kejaksaan, kemudian dilÂimpahkan lagi ke Kepolisian.
Demikian disampaikan bekas wakil ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas.
"Kita prihatin, integritas KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi sekarang ini menjadi turun. Kita merasa perlu ada penguatan kembali KPK," tegas Erry.
Kepada
Rakyat Merdeka, Erry Riyana mengungkapkan panÂdangannya tentang eksistensi, kinerja pelaksana tugas komiÂsioner dan masa depan KPK:
Kenapa Anda prihatin, buÂkankah ini solusi terbaik yang dilakukan Presiden Jokowi?Kondisi KPKmemang kian memprihatinkan setelah Samad dan BW dinonaktifkan. Secara umum begitu. Tapi kalau itu dianggap sebagai jalan yang terbaik, apa boleh buat. Tapi kita lihat saja ke depannya seperti apa.
Tampaknya Anda pesimis?Ya, pasti itu. Sekarang beÂgini deh, kenapa kasus BG dilimpahkan KPK ke kejaksaan, lalu dilimpahkan lagi ke Polri. Ini kesannya malah nggak serius menangani kasus itu. Seharusnya kejaksaan melakukan penyelidiÂkan, bukan malah melimpahkan ke Polri dengan alasan kasus itu pernah ditangani Polri dan tidak ditemukan tindak pidana. Itu tentu sangat memprihatinkan.
Apa yang bisa dilakukan KPK?KPK masih punya kewajiban untuk melakukan supervisi, baik terhadap kejaksaan maupun terhadap kepolisian. Kan ada undang-undang yang mengaÂmananatkan kewenangan KPK untuk melakukan koordinasi dan supervisi.
Nanti kita lihat, KPK baÂgaimana melaksanakan fungsi supervisi terhadap apa yang dilakukan oleh Kejakasaan mauÂpun Kepolisian. Tinggal itu saja harapannya.
Bagaimana penilaian Anda mengenai Plt pimpinan KPK?Kita harus lihat dulu, karena Plt pimpinan KPK itu belum menjabat sampai sebulan. Nanti kita lihat dulu kinerjanya beÂberapa bulan ke depan.
Masa depan KPK bagaimaÂna?KPKharus tetap ada, harus semakin kuat, ini bergantung kepada bagaimana Plt melakÂsankan tugasnya beberapa bulan ke depan ini. Ini akan menenÂtukan KPKdan masa depan pemberantasan korupsi.
Bagaimana penilaian Anda mengenai Taufiequrachman Ruki?Mungkin karena nggak ada piÂlihan lain ya, terus Pak Ruki yang diangkat paling tepat menjadi Plt Ketua KPK, ya nggak apa-apa. Beliau kan pengalamannya di periode pertama KPK.
Mudah-mudahan di periode ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menguatkan KPKdan penguatan pemeberantsan korupsi secara umum.
Optimistiskah Anda terhadap kepemimpinannya?Kita lihat secara positif saja, Pak Ruki kan purnawirawan Polri, mungkin bisa menjemÂbatani antara KPK dan Polri dengan baik. Dalam arti tidak untuk menjadi kepentingan siaÂpapun, tapi semata-mata untuk kepentingan pemberantasan korupsi.
Apakah Kejaksaan akan melakukan deponeering bila kasus Samad dan BW dilimpahkan ke Kejaksaan?Kalau kasus ini sampai dilÂimpahkan ke Kejaksaan, muÂdah-mudahan seperti itu. Tapi mudah-mudahan di-SP3-kan di Polri, sehingga tidak perlu sampai ke Kejaksaan.
Kalau sampai itu terjadi, apa maknanya?Mungkin saya lihat seperti sangat kompromistis ya.
Kenapa?Kompromistis artinya tukar-tukaran begitu. Kasus BG diserahin ke Polri, tapi imbalannya kasus Samad dan BW di-SP3-kan (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), mungÂkin gitu ya. Tapi yang pasti integritas KPKsebagai lemÂbaga pemeberantasan korupsi menjadi turun.
Ini sangat memprihatinkan. Marilah kita kuatkan KPK kembali. ***
BERITA TERKAIT: