Apakah menerima Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri itu menjadi orang pertama secara definitif di Polri atau menolak calon yang diajukan Presiden Jokowi tersebut.
"DPR sekarang reses sampai 22 Maret 2015. Ini berarti masuk lagi 23 Maret 2015. Paling lama 20 hari setelah masa kerja itu harus dituntaskan mengeÂnai calon Kapolri itu," kata Setya Novanto kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Ketika ditanyai apakah ada pembicaraan dirinya dengan Presiden mengenai calon Kapolri tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali itu mengatakan, belum ada pemÂbicaraan terbaru mengenai itu.
Berikut kutipan selengkapnya;
Kalau pembicaraan dengan sesama pimpinan DPR?Ini juga belum. Ini harus dibaÂhas sesuai mekanisme di DPR.
Tapi surat pengajuan dari Presiden itu sudah sampai ke Anda?Sudah kami terima.
Ada yang berpendapat seÂbaiknya surat tersebut dikemÂbalikan saja ke Presiden?Makanya kita akan bicarakan dengan pimpinan dan anggota DPR terlebih dahulu, bagaimaÂna sikap DPR. Ini kan harus diprosessesuai mekanisme yang diatur undang-undang.
Apa tidak bisa dipercepat pembahasannya?Sesuai ketentuan disebutkan, paling lama 20 hari setelah masa kerja itu harus dituntasÂkan. Syukur bisa lebih cepat dituntaskan pembahasannya, tapi tetap setelah masuk kerja 23 Maret 2015.
Di luar soal Kapolri, ada konflik legislatif dan ekseÂkutif di Pemprov DKI, antara Konflik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan DPRD DKI Jakarta, komentar Anda?Sangat disayangkan ada masalah itu. Seharusnya ada sinergi antara legislatif yaitu DPRD dengan eksekutif yakni gubernur.
Sinergi kedua belah pihak penting karena untuk kepentinÂgan bangsa negara, khususnya rakyat DKI Jakarta. Sebab, jika terus seperti ini nantinya akan merugikan bangsa dan warga DKI Jakarta.
Apa jalan keluar yang terÂbaik terhadap masalah itu?Kedepankan kepentingan bangsa dan negara, serta keÂpentingan DKI yang sekarang sedang mengajukan program-program besar. Mudah-mudahan Pak Ahok dan teman-teman DPRD menemukan titik terang jalan keluarnya.
Apa saran Anda untuk angÂgota DPRD DKI?Kita serahkan saja apa yang diinginkan oleh DPRD dan Pak Ahok. Sebab, kedua belah pihak mempunyai alasan-alasan dalam argumennya, sehingga jalan yang terbaik harus duduk bersama unÂtuk mencari titik temu. Masalah ini jangan sampai berkepanjangan karena Jakarta sedang berkemÂbang dan sedang melakukan program-program besar. Mudah-mudahan semuanya bisa clear dan tidak ada masalah.
Bagaimana pandangan Anda mengenai sikap Ahok?Saya rasa Ahok nanti itu juga bisa menyadari bahwa ini adalah hal-hal yang penting untuk dikoÂmunikasikan. Nanti kita cari jalan keluar yang terbaik. ***
BERITA TERKAIT: