"Untuk itu, saya meminta warga Kristiani, untuk mengembangkan spritualitas keterlibatan," ujarnya dalam konferensi pers di Gereja Paroki Katedral, Jakarta (Kamis, 25/12).
Dijelaskan Ignatius, ada tiga unsur penting dalam mendukung spiritualitas keterlibatan itu. Pertama, untuk berkembang dalam spritualitas keterlibatan umat harus berkontemplasi.
"Hati nurani akan menjadi bening dan jernih dengan begitu masalah bisa kita lihat dari kacamata iman. Ini kemudian akan menumbuhkan bela rasa," ujarnya.
Kedua memiliki kecerdasan yang terasah. Artinya, untuk memahami spiritual keterlibatan dibutuhkan budi yang terasah, yaitu sebuah kebeningan hati dan kecerdasan budi yang akan berbuah pada keterlibatan.
"Sedangkan ketiga adalah memahami pertanyaan, pertanyaan ini sama untuk siapapun, apa yang harus kita lakukan supaya lingkungan hidup kita semakin manusiawi? Bukan omongkan! Ini supaya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa diwujudkan," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: