Namun, melihat posisi politik yang ‘tidak sehat’ yang saat ini sedang melanda partai yang di Pemilu 2014 ini hanya berada di bawah PDIP, dan kemungkinan gagal memenangkan Prabowo-Hatta di Pilpres, maka muncul desakan agar Munas dipercepat sebelum Oktober 2014.
Salah satu politisi beringin yang setuju dengan usul ini adalah Agus Gumiwang Kartasasmita, anggota DPR dari Golkar. Agus kini jadi bintang muda di Golkar yang bersuara lantang dan keras untuk pembaruan Golkar. Agus sebelumnya telah dipecat Ical, sapaan Aburizal Bakrie, karena memilih mendukung Jokowi-JK.
Apa alasan Agus mendesak Munas sebelum Oktober?
Berikut wawancara lengkapnya:
Kenapa Munas harus sebelum Oktober?Menurut saya harus dilihat dari dua aspek. Yaitu aspek konstitusional, dimana jelas diamanatkan oleh AD/ART bahwa kepemimpinan Partai Golkar adalah 5 tahun. Penyelenggaraan Munas 2015 hanya rekomendasi dari Munas Riau dan tidak perlu diikuti, karena melanggar AD/ART.
Aspek kedua adalah aspek politis, dimana akan lebih baik apabila ARB bisa berpikir jernih dan berjiwa besar dengan me- ‘reset’ kepengurusan. Artinya, menyelenggarakan Munas sebelum Oktober 2014, karena langkah ini akan mengurangi komplikasi politik. Toh, ARB beserta kelompoknya tidak menjadi kelompok yang terlarang untuk maju dan merebut kepemimpinan kembali.
Ada manfaat lain kalau Munas digelar sebelum Oktober?Penyelenggaraan Munas sebelum Oktober 2014 bisa mencegah adanya kemungkinan kelompok tertentu dipermalukan.
Maksudnya?Dengan diselenggarakan Munas sebelum Oktober, maka kita menyadari bahwa kita bisa menghindari kemungkinan kebijakan Partai yang dapat dianulir oleh DPP Partai Golkar berikutnya, dan di sinilah kita kurangi kompleksitas dan friksi.
Apa ini menguntungkan bagi kelompok Ical?Kalau ARB (Ical) dan kawan-kawan bisa merebut kembali kepemimpinan, mereka bisa melanjutkan semua rencana kebijakan yang sudah ada di pemikiran mereka.
Sebaliknya, kalau kelompok di luar ARB yang menang, mereka bisa menerapkan kebijakan yang ada dalam pemikirannya, tanpa harus menganulir kebijakan DPP Partai Golkar yang dipimpin ARB, tanpa menimbulkan heboh politik baru, akan smooth dan kondusif.
Apakah Munas nanti akan mengubah arah politik Golkar?Hasil Munas Partai Golkar tentu akan menentukan arah politik Partai Golkar ke depan berkaitan dengan menjadi oposisi atau pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Isu ini yang menjadi sumber perbedaan mendasar di Partai Golkar, dan itu wajar saja.
Lalu, apa yang akan dipilih?Kebijakan politik partai tentu akan berdasarkan hasil Munas tersebut. Contohnya, kalaupun DPP Partai Golkar yang dipimpin ARB telah menetapkan Pimpinan DPR dan MPR dari Partai Golkar, itu bisa berubah, tergantung hasil Munas Partai Golkar tersebut.
Artinya, kebijakan-kebijakan strategis yang diambil DPP Partai Golkar yang sekarang bisa diubah oleh DPP yang memenangkan Munas. ***
BERITA TERKAIT: