Hal tersebut lantaran mereka dituntut untuk berlatih dan bertanding seperti biasa.
Seperti halnya pesepakbola asal Jerman, Mesut Ozil, yang mengaku tidak kuat jika harus berpuasa di tengah jadwalnya yang padat jelang pertandingan melawan Aljazair pada Senin depan (30/6).
"Saya bekerja dan saya akan terus melakukannya. Jadi aku tidak bisa berpuasa. Tidak mungkin bagi saya untuk melakukannya (puasa) tahun ini," aku pemain berusia 26 tahun itu, kepada
AFP.
Namun tidak demikian dengan lawan mainnya, Aljazair. Mereka mengaku akan tetap berpuasa meski harus kewalahan berlatih menyeimbangi Timnas Jerman yang diprediksi akan jadi juara dalam Piala Dunia kali ini.
Sementara itu, mantan tim medis klub Paris Saint Germain, Hakim Chalabi, memberikan beberapa tips jika para pemain ingin tetap berpuasa.
"Puasa dapat berisiko, meningkatkan kemungkinan cedera karena dehidrasi. Oleh karena itu, tingkat gizi perlu dirubah. Kualitas makanan juga harus dimodifikasi untuk beradaptasi dengan latihan. Pemain harus terhidrasi dengan baik. Terlebih lagi, kami sarankan mereka untuk tidur siang guna membayar waktu tidur saat sahur," jelasnya.
Perlu diketahui, ini bukan pertama kalinya Ramadhan bertepatan dengan kompetisi internasional Piala Dunia sejak tahun 1986.
[wid]
BERITA TERKAIT: