Indeks Euro STOXX 50 turun 0,4 persen ke level 6.080, sementara STOXX 600 berakhir nyaris stagnan di 623.
Sentimen pasar tertekan oleh ekspektasi bahwa bank sentral utama akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Investor bersiap menghadapi keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan depan, dengan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Di saat yang sama, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Sektor teknologi menjadi sumber tekanan terbesar setelah panduan bisnis Broadcom yang mengecewakan memicu aksi jual pada saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI). Infineon Technologies menjadi salah satu yang paling terpukul dengan penurunan lebih dari 9 persen, sementara SAP, Nokia, Adyen, dan STMicroelectronics juga mencatat koreksi tajam.
Di Jerman, indeks DAX 40 merosot 0,8 persen ke 24.774, membalikkan penguatan sesi sebelumnya. Saham Zalando dan Beiersdorf mampu menahan penurunan lebih dalam setelah masing-masing naik sekitar 3,7 persen dan 3,6 persen.
CAC 40 Prancis turun 0,3 persen ke 8.218, sementara FTSE MIB Italia kehilangan 0,6 persen ke level 49.893.
Berbeda dengan bursa kawasan lainnya, FTSE 100 Inggris berhasil ditutup sedikit menguat berkat kinerja saham defensif. Kenaikan AstraZeneca, GSK, Unilever, dan British American Tobacco membantu menopang indeks, meski sektor pertambangan mengalami tekanan signifikan akibat pelemahan harga komoditas.
BERITA TERKAIT: