Kekalahan Korea Selatan 0-1 dari Belgia di babak penyisihan Grup H, Jumat lalu, merupakan laga terakhir perwakilan Asia di Piala Dunia 2014. Lebih menyedihkan lagi keempat negara Asia ini tidak pernah menang dalam semua laganya selama penyisihan grup.
Pelatih tim Korsel, Hong Myung-bo, yang menjadi kapten tim ketika Korsel mencapai semifinal Piala Dunia 2002, mengatakan bahwa sepak bola Asia kini tengah dalam masa transisi. Periode ini ditandai dengan kemunculan pemain-pemain Asia yang berkembang pesat, tetapi tim nasional di masing-masing negara belum menikmati hasilnya.
"Saya berpikir, setiap tim bermain dengan gaya berbeda, tetapi secara keseluruhan ada banyak kekurangan pada tim-tim Asia," kata Mong Myung-bo, melalui seorang penerjemah, seperti dilansir
AP (Sabtu, 28/6).
Sebagian kecil pemain Asia sebenarnya telah tampil di liga top Eropa, tetapi mereka tidak berdampak masif di seluruh pelosok Asia, sebagaimana dialami Eropa, Amerika Latin dan Afrika.
Menurut Myung-bo, kurangnya kompetisi tingkat tinggi di Asia juga ikut berkontribusi pada penurunan peringkat mereka di FIFA, dan terus menurun dalam setahun terakhir. Iran, misalnya, berada di urutan 43 saat menjelang piala dunia digelar, sementara Australia di urutan 62 yang merupakan urutan terendah dibanding peserta piala dunia lainnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: