Kedua tim memiliki sejarah yang berbeda di Liga Champions. Bagi Real Madrid, pertandingan kali ini akan sangat spesial karena mereka bertanding untuk meraih trofi Champions yang kesepuluh kalinya -La Decima-, sekaligus mengukuhkan posisi Los Blancos sebagai tim peraih trofi Liga Champions terbanyak.
Meski punya sejarah mulus di Liga terelite Eropa itu, namun Madrid telah terlalu lama tak mengangkat "si kuping besar". Tercatat sudah 12 tahun trofi itu tak mendarat di Santiago Bernabeu. Hal ini tentu saja membuat khawatir banyak pihak, termasuk para pemain. Adalah Isco, pemain tengah Madrid yang dengan jelas menunjukkan rasa was-wasnya.
"Semoga kami bisa memenangi La Decima. Real Madrid tak bisa berjalan sejauh ini tanpa memenangi laga final. Pertandingan nanti malam adalah yang terakhir dan kami telah mempersiapkannya sejak Juli," ungkap Isco.
Di kubu lawan, Atletico Madrid siap tampil habis-habisan untuk bisa mengangkat trofi Liga Champions pertamanya. Sebelum musim ini, capaian terbaik Atletico di gelanggang Liga Champions terjadi 40 tahun lalu, tepatnya di musim 1973-1974 saat kubu Los Rojiblancos tampil di final melawan klub raksasa asal Jerman, Bayern Munich. Apa daya, Bayern terlalu perkasa. Atleti dipaksa bertekuk lutut 4-0 lewat dua gol dari masing-masing legenda Bayern, Uli Hoeness dan Gerd Muller.
Menjadi tim tak terkalahkan sepanjang Liga Champions, ditambah kesuksesannya meraih gelar La Liga musim ini, membuat kepercayaan diri Atletico Madrid melambung tinggi. Dengan yakin, gelandang bertahan Atleti, Koke, berjanji akan berjuang mati-matian nanti malam.
"Kami akan sangat berkonsentrasi untuk bisa mengalahkan Real Madrid. Mereka merupakan tim favorit dengan staf dan uang yang banyak. Tapi, kami akan bermain dengan kerendahan hati dan tekad yang kuat," tegasnya.
Dengan determinasi yang sama-sama tinggi, siapakah yang lebih unggul?
Di atas kertas, Real Madrid lebih unggul karena beberapa alasan. Pertama, El Real memiliki pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo yang menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions dengan catatan 16 gol. Kedua, Madrid juga memiliki pemain termahal dunia, Gareth Bale. Ditebus sebesar 100 juta Euro, ia bersama Ronaldo dan Benzema menjadi trisula andalan Los Blancos dan berhasil menyarangkan 95 gol di semua kompetisi. Ketiganya siap mencabik gawang Atletico Madrid nanti malam.
Sedangkan di kubu lawan, pelatih Diego Simeone harus bertumpu pada ketajaman David Villa sebagai penyerang setelah Diego Costa dipastika absen pada pertandingan nanti malam.
Dalam hal pengalaman, Real Madrid juga jauh lebih berpengalaman dibanding Atleti. Berlaga di final 12 kali dan memenangkan 9 diantaranya, Real sudah pasti unggul dibanding pengalaman Atleti yang baru dua kali ke Final. Pertama, 40 tahun yang lalu dan yang kedua, malam nanti.
Lebih jauh, pelatih Madrid, Carlo Ancelotti sudah pernah dua kali memenangkan trofi liga Champion bersama AC Milan. Sedangkan Simeone, pelatih Atleti baru kali ini merasakan atmosfir final Liga Champions. Atleti juga kalah jauh dalam hal pengalaman pemain. Hanya David Villa, penyerang Atleti yang pernah berlaga di final liga Champions. Itupun bersama Barcelona pada musim 2010-2011.
Sisanya, squad Atleti bisa dikatakan masih miskin pengalaman. Terutama jika dibandingkan dengan punggawa Madrid, sebut saja Iker Casillas yang telah berlaga dua kali di final, yaitu tahun 1999-2000 dan 2001-2002 atau Cristiano Ronaldo bersama Manchester United di musim 2007-2008.
Pengalaman terbukti selalu menjadi faktor penentu kemenangan yang penting di Liga Champions. Musim lalu, klub tanpa pengalaman seperti Borrusia Dortmund mudah saja ditekuk oleh tim langganan final seperti Bayern Munchen.
Namun selalu ada awal dalam segala hal. bersama Simeone, Atleti baru pertama kali ini berhasil mencapai final sejak 40 tahun lalu, pertama kali memenangkan La Liga sejak 16 tahun lalu dan pertama kali meraih gelar UEFA Super Cup. Mungkinkah Atleti juga meraih trofi liga Champions pertamanya nanti malam?
[ald]
BERITA TERKAIT: