PIALA DUNIA 2014

Mengapa Jerman Paling Pantas Juara?

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/haifa-inayah-5'>HAIFA INAYAH</a>
OLEH: HAIFA INAYAH
  • Rabu, 11 Juni 2014, 12:28 WIB
<i>Mengapa Jerman Paling Pantas Juara?</i>
rmol news logo Piala Dunia Brazil 2014 adalah "the judgement day" bagi pelatih Jerman, Joachim Loew. Ya, kondisi ini pantas disematkan pada pria yang telah menukangi Jerman sejak 2006 lalu. Jogi, sapaan akrab Joachim Loew, tak pernah mempersembahkan trofi apapun ke publik Jerman.

Meskipun kontraknya baru habis 2016, jika gagal lagi di Brazil maka kemungkinan besar Jogi dengan terpaksa akan dicopot dari posisinya sebagai pelatih. Masalahnya, meskipun merupakan tim kuat yang kerap kali dijagokan sebagai juara, Jerman tak pernah lagi mengecap kemanisan trofi piala dunia sejak tahun 1990.

Capaian tertinggi adalah di Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea ketika Der Panser berlaga di final, namun dipaksa menyerah dari tim samba, Brazil. Bisa dibilang publik Jerman sudah merindukan saat-saat kapten timnya mengangkat trofi Piala Dunia dengan penuh kebanggaan.

Harapan ini tampaknya bisa tercapai di Brasil nanti. Dari komposisi pemain, skuad Jerman yang didominasi pemain muda sudah jauh lebih matang dan siap berkompetisi. Piala Dunia 2010 lalu telah memberikan pengalaman bagaimana rasanya berlaga di Piala dunia bagi pemain-pemain muda seperti Mezut Ozil, Sami Khedira, Andre Schurrle hingga Thomas Muller. Jadi, tak berlebihan jika di Piala Dunia 2014 ini Jerman merupakan tim yang paling berpeluang membawa pulang trofi Piala Dunia ke Berlin.

Contohnya, Thomas Muller. Setelah memenangkan Golden Boot di Afrika Selatan empat tahun lalu, Muller kini lebih matang dan bijaksana. Dalam kurun waktu empat tahun, di tingkat klub Muller telah memenangkan banyak tropi bergengsi bersama Bayern Munchen. Hal ini diyakini akan menambah kepercayaan diri Muller di Brazil. Rekan setimnya, Mario Goetze, juga semakin tajam di posisi playmaker yang kerap kali merepotkan bek musuh. Bersama dengan Mezut Ozil, yang juga baru mengakhiri musim tanpa gelarnya di Arsenal, Kedua pemain muda ini diyakini akan bersinar di Brazil.

Di posisi pemain belakang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ada kapten Philipp Lahm yang multitalenta disana. Lahm, yang kini kerap kali diplot sebagai pemain tengah mampu memotong setiap serangan yang membahayakan gawang Manuel Neuer dengan minim pelanggaran. Lahm juga dibantu oleh pemain jangkung asal Arsenal, Per Mertesacker yang merupakan pemain andalan Jogi. Serta Jerome Boateng, pemain muda yang juga bersinar bersama Bayern Munchen.

Jogi juga tampaknya tak perlu ambil pusing setelah cidera yang dialami oleh Marco Reus minggu lalu membuatnya harus mencoret pemain tengah itu dari daftar skuadnya. Seperti halnya cidera kiper Rene Adler di Piala Dunia 2010 yang justru membuka peluang bagi Manuel Neuer untuk bersinar, Jogi bisa menunjuk Julian Draxler sebagai pengganti Reus.

Catatan mentereng di babak kualifikasi telah menunjukkan betapa sempurnanya komposisi Der Panser sekarang. Sejauh ini, Jerman telah melesakkan 36 gol dan menjadi tim yang sepuluh kali tak terkalahkan sepanjang kualifikasi. Dengan pelajaran yang di dapat dari kegagalan di piala dunia 2010 dan EURO 2012, serta kematangan para pemainnya, rasanya tak berlebihan jika menyebut skuad Jerman adalah yang terbaik di Brazil. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA