Namun tampaknya, kecemerlangan ini hanya menguntungkan bagi pelatih Joachim Loew, dan tidak bagi klub-klub yang berlaga di liga nomor wahid di Jerman, Bundesliga. Liga yang baru saja dimulai kemarin (Minggu, 24/8) ini sejatinya menampilkan pertandingan-pertandingan seru dari sang kampiun juara dunia. 18 klub Jerman yang berlaga akan adu kuat, adu taktik hingga ada skill individu untuk bisa meraih gelar juara Jerman 2014/2015.
Sayangnya, kekhawatiran tiba-tiba merebak di kalangan penikmat Bundesliga. Sumbernya adalah, karena dalam beberapa tahun belakangan ini Bundesliga hanya identik dengan dua nama besar: FC Bayern Munchen dan Borrusia Dortmund. Hal ini makin jelas terlihat ketika 11 dari 23 skuad yang diboyong pelatih timnas Jerman, Joachim Loew ke Brazil adalah pemain dari kedua klub tersebut.
Begitupun dalam hal perebutan gelar juara. Borrusia Dortmund terakhir kali memenangkan gelar juara Bundesliga berturut-turut pada tahun 2011 dan 2012 dan sejak saat itu hingga sekarang, Bayern Munchenlah yang langganan memboyong gelar. Jika ditarik ke belakang, dominasi ini memang baru dimulai lima tahun lalu. Di tahun 2009, Bundesliga justru memiliki tabel juara yang paling tidak bisa diprediksi. Klub-klub seperti Wolfsburg, Bremen, Stuttgart bisa bergantian mengisi puncak tangga juara. Namun tak ayal, kondisi ini tampak mengkhawatirkan bagi para pengamat sepakbola.
"Jika hal ini terus terjadi, Bayern Munchen akan menjadi satu-satunya klub super di Bundesliga dan hal ini tidak baik untuk liganya sendiri," ucap Ahmed Yussuf, seorang pengamat sepakbola asal Australia.
Kekhawatiran ini makin beralasan, mengingat kedua klub itu, khususnya Bayern Munchen, memiliki kekuatan finansial yang mumpuni. Meraih gelar treble musim lalu mendudukkan nama Bayern Munich sebagai klub terkaya keempat di dunia, di bawah Manchester United, Real Madrid dan Barcelona. Ketimpangan terlihat ketika tak ada lagi nama klub Jerman dalam daftar 10 klub terkaya yang dirilis Forbes tersebut. Barulah di urutan ke sebelas dan dua belas muncul nama Borrusia Drotmund dan Schalke 04. Itupun dengan angka kekayaan yang jauh dibawah Bayern dimana masing-masing hanya berharga senilai 600 juta dolar AS dan 580 juta dolar AS, sedangkan Bayern bertengger di angka 1,850 juta dolar AS.
Dengan modal finansial yang berlimpah ini, Bayern Munchen bisa dengan mudah mendatangkan pemain-pemain yang jadi ikon di klub-klub sebelumnya. Lihat saja Mario Goetze dan Robert Lewandowski yang sudah jadi kesayangan publik di Signal Iduna Park. Jadi rasanya, beralasan memang jika kemudian Bundesliga diprediksi akan makin membosankan, jika kondisi seperti ini terus berlanjut.
[***]
BERITA TERKAIT: