12 PAS!

Fenomena Diego Simeone di Atletico

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/haifa-inayah-5'>HAIFA INAYAH</a>
OLEH: HAIFA INAYAH
  • Jumat, 23 Mei 2014, 12:24 WIB
Fenomena Diego Simeone di Atletico
Diego Simeone/net
KETIKA pluit panjang bertiup di stadion Wembley dan menobatkan klub raksasa Jerman, Bayern Munich sebagai kampiun mengalahkan rival senegaranya Borrusia Dortmund tahun lalu, tak ada yang menyangka final liga Champions seperti ini akan terjadi lagi setahun kemudian.

Ya, hari Miinggu dinihari nanti penikmat bola akan disuguhi pertandingan menarik antara dua raksasa asal ibukota Spanyol, Real Madrid dan Atletico Madrid. Tak ada yang spesial dari Real Madrid. Berbekal modal finansial yang berlimpah, mudah saja bagi klub besutan Carlo Ancelotti itu mencapai posisi final di Lisbon, Portugal. Bahkan dalam pertandingan terakhirnya, klub juara bertahan, Bayern Munich mudah saja dilibasnya 4-0 di babak semifinal. Kisah mengagumkan justru datang dari klub lawan, Atletico Madrid.

Atletico Madrid bisa disebut sebagai tim kuda hitam dalam Liga Champion kali ini. Tak ada yang meramalkan Atleti, sebutan akrab untuk Atletico Madrid mampu melenggang ke final dengan melewati berbagai rintangan yang tidak ringan. Setelah menjadi juara grup G tanpa kalah dan mengantongi 16 poin, secara berturut-turut AC Milan, Barcelona dan Chelsea menjadi korban keperkasaan squad asuhan Diego Simeone itu. Atleti menjadi satu-satunya klub yang tak terkalahkan di Liga Champions musim ini. Publik dibuat terkejut. Bagaimana tidak, sebelum ditukangi Diego Simeone pada Desember 2011 lalu, klub ini berada di posisi kesepuluh Primera Division, dan hanya terpaut empat poin dari zona degradasi.

Semua pujian kemudian tertuju pada sang arsitek klub, Diego Simeone. Di bawah asuhan pria asal Argentina itu, Atletico Madrid telah berhasil membawa pulang empat gelar ke Vicente Calderon. Sebut saja La Liga (2013/14), Copa del Rey (2012/13), Piala Super Eropa (2012), dan Liga Europa (2011/12).

"Simone mendapatkan pendidikan sepakbolanya di Argentina, dimana kemenangan berada di atas segala-galanya. Dia selalu mencari jalan untuk bisa menang. Begitulah caranya mengembangkan permainan" komentar Gustavo Grossi, rekan Simone ketika masih melatih di Argentina.

Tak hanya datang dari kawan, lawan pun memuji Simone. Adalah Unai Emery, pelatih Sevilla yang menilai fenomena Atleti berhasil merobohkan dominasi Real Madrid dan Barcelona di liga Spanyol yang mulai membosankan.

"Spanyol beruntung memiliki dua kekuatan terbesar sepakbola di dunia, Real Madrid dan Barcelona. Bagi saya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo merupakan pemain nomor satu saat ini, namun Atletico berhasil meruntuhkan dominasi mereka dengan kebersamaan,Terima kasih kepada Diego Simeone yang menunjukkan nilai kebersamaan dalam sepakbola Spanyol. Kebersamaan adalah jati diri sepakbola Spanyol yang sebenarnya, dan dengan hal itu Atetico menaklukkan mereka," komentar Emery.

Tak banyak pelatih yang bisa menjadikan klub papan tengah menjadi tim juara. Beberapa contoh kecil adalah Jose Maurinho yang berhasil membawa FC Porto juara Liga Champions pada tahun 2003 dan 2004, atau Alex Fergusen yang berhasil mengangkat Manchester United dari keputusasaan di tahun 1980an. Namun di masa kini, ketika modal finansial menjadi sangat penting untuk meningkatkan prestasi klub, kisah Simeone makin menginspirasi. Pasalnya, ketika pada Minggu lalu Atleti memastikan gelar juara Liga Spanyol-nya, Simeone menurunkan skuad yang sama persis dengan yang hampir terdegradasi dua tahun lalu.

Melihat jajaran gelar yang telah berhasil dipersembahkannya untuk Atletico Madrid, tentu saja dibutuhkan satu gelar liga Champion untuk menyempurnakan prestasi Simone. Namun bagaimapun hasil di malam Minggu nanti, Simeone tetaplah menjadi fenomena baru dimana seorang pelatih muda bisa mengangkat klub yang hampir terdegradasi ke final paling diperebutkan di Eropa, tanpa modal finansial berlimpah. Adakah pelatih yang bisa melakukan seperti yang dilakukan Simone di Atleti?[***]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA