"Keadaan ini menjadikan Malaysia sebagai salah satu lumbung suara bagi partai peserta pemilu dan para caleg," kata Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Malaysia, Sagir Alva, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 26/3).
Oleh karena itu, katanya, pengelolaan penyelenggaraan pemilu 2014 di Malaysia haruslah lebih serius lagi, sehingga tingkat kesuksesan penyelenggaraan pemilu 2014 lebih baik dari tahun 2009.
Upaya menuju perbaikan itu, lanjutnya, memang sudah mulai coba dilakukan seperti bertambahnya jumlah TPS menjadi 70 persen atau lebih dari 300 ribu khususnya untuk wilayah kerja Selangor, Kuala lumpur dan Putra Jaya.
Disamping itu, katanya lagi, perbaikan lainnya adalah waktu penyelenggaraan pemilu yang dilaksanakan pada hari Minggu, 6 april 2014, sehingga diharapkan lebih banyak orang datang mencoblos. Sementara perbaikan ketiga adalah pembentukan Panwaslu yang lebih awal yaitu tiga bulan sebelum hari H.
[ysa]
BERITA TERKAIT: