Golput Tak Relevan di Tengah Banyak Pilihan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 13 Februari 2014, 07:47 WIB
Golput Tak Relevan di Tengah Banyak Pilihan
ilustrasi/net
rmol news logo . Sistem demokrasi Indonesia saat ini menawarkan banyak pilihan partai dan calon wakil rakyat di berbagai tingkatan. Karena itu, tidak relevan bila masih ada yang memilih jalan golput.

"Seandainyapun semua dianggap buruk, pastilah ada yang terbaik diantara yang buruk itu. Kalau pukul rata semua buruk, itu jelas egoisme dan arogansi. Dan anak muda Indonesia yang bertanggungjawab pasti nggak begitu (golput)," kata Ketua Umum Garda Bangsa, Hanif Dhakiri, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 13/2).

Hanif, yang juga Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR, mengajak anak muda untuk menari informasi sebanyak-banyak soal partai dan calon-calon yang berlaga di pemilu. Setelah dapat informasi, putuskan pilihan demi  demi Indonesia tercinta.

"Suara kaum muda adala penentu masa depan bangsa," tegas Hanif.

Menurut Hanif, kecenderung anti-politik dan anti-partai di kalangan anak-anak muda cukup mencemaskan. Padahal, mereka bukan saja berjumlah besar, tapi juga penentu masa depan negeri ini. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA