Namun pemerintah memastikan hingga saat ini strain hantavirus tersebut belum menunjukkan penularan ke manusia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni menjelaskan, SERV merupakan salah satu strain hantavirus yang ditemukan pada tikus dalam penelitian di Indonesia.
Menurutnya, dari puluhan strain hantavirus yang ada, tidak semuanya dapat menginfeksi manusia.
“Virus ini memiliki 50 strain. Dan 24 strain yang dapat menginfeksi manusia,” kata Andi dalam konferensi pers pada Senin 11 Mei 2026.
Ia menegaskan, strain SERV yang ditemukan di Banten sejauh ini belum ditemukan pada manusia dan masih terbatas pada hewan pengerat.
Menurut Andi, temuan SERV berbeda dengan kasus hantavirus di luar negeri yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk wabah di kapal pesiar MV Hondius.
“Untuk di Serang, itu hanya menginfeksi tikus saja. Jadi tidak terjadi penularan dari tikus ke manusia,” pungkas Andi.
BERITA TERKAIT: