"Seluruh kader Gerindra secara gotong royong telah menyiapkan dana saksi untuk partai. Kami ingin Pemilu 2014 tak dibumbui berbagai kecurangan, terutama dalam hal jual beli suara," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, beberapa saat lalu (Selasa, 28/1).
Pernyataan Fadli ini terkait dengan rencana negara menganggarkan Rp 1,2 triliun kepada Bawaslu untuk dana saksi di Pemilu 2014. Dana saksi yang diambil dari dana optimalisasi 2014 ini Rp 800 miliar untuk Mitra Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan Rp 700 miliar untuk saksi dari parpol peserta pemilu.
Soal dana saksi ini, Fadli menilai pembiayaan saksi parpol yang ditanggung negara mempunyai semangat dan niat yang bagus dalam mewujudkan Pemilu yang demokratis. Dengan demikian, setiap parpol dapat menempatkan satu saksi per-TPS tanpa perlu repot mencari dana, termasuk dengan cara ilegal seperti korupsi yang dilakukan oleh kadernya yang duduk di legislatif atau eksekutif.
Namun demikian, Fadli mengingatkan, niat dan semangat baik ini jangan sampai disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Karena itu, pemerintah harus menjelaskan aturan dan mekanisme yang jelas terkait dana saksi parpol yang dititipkan negara kepada Bawaslu sebagai Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) agar tak menyalahi aturan perundang-undangan yang ada. Terutama dalam hal distribusi, transparansi, dan pertanggungjawaban.
[ysa]
BERITA TERKAIT: