Bahkan, Konvensi Demokrat ini kalah saing dengan Konvensi Rakyat yang digagas sejumlah tokoh masyarakat. Debat publik perdana peserta Konvensi Rakyat di Hotel Majahapit pada Minggu kemarin (5/1) mendapat sambutan luas dari masyarakat, terutama kalangan akademisi.
Tidak heran, muncul perbincangan di kalangan politisi, SBY diam-diam mau menyusupi Konvensi Rakyat.
Tentu sulit bagi SBY menghadang atau membubarkan Konvensi Rakyat yang sudah mendapat tempat tersendiri di kalangan kampus karena menjadi mekanisme alternatif dalam mencari pemimpin. Hal yang paling mungkin dilakukan SBY adalah menyokong salah satu dari tujuh peserta Konvensi Rakyat.
Ketujuh peserta Konvensi Rakyat itu adalah Menteri Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid Rizal Ramli, Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, Rektor Universitas Islam Eropa Sofjan Siregar, Bupati Kutai Timur Isrsn Noor, aktivis senior Tony Ardi, pengusaha Ricky Sutanto dan tokoh perempuan Anni Iwasaki.
Di antara ketujuh tokoh itu, disebutkan, sosok yang paling mungkin dipilih SBY adalah Yusril Ihza.Yusril Ihza adalah sosok di balik penokohan SBY di 2004. Yusril Ihza yang pertama-tama mengusung SBY-JK sebagai capres-cawapres 2004.
Meski hubungan SBY-Yusril naik turun, hingga kini, Yusril masih sangat dekat dengan SBY. Dalam beberapa kali momentum, SBY memanggil Yusril untuk dimintai pandangan dan pendapatnya.
Dengan dukungan moral dan logistik dari SBY, Yusril hampir bisa dipastikan memenangkan Konvensi Rakyat.
Di saat yang sama, Konvensi Partai Demokrat dinilai sulit berjalan
fair. Selain karena terjadi saling tikung dari dalam, juga nama yang ternyata paling populer dan paling tinggi angka elektoralnya bukanlah yang dikehendaki selama ini.
Sosok yang paling memungkinkan keluar menjadi pemenang adalah Pramono Edhi Wibowo. Jenderal bintang empat ini, selain bagian dari keluarga Cikeas, juga paling dikehendaki elit Demokrat. Bahkan, hanya kepada Pramono lah mesin partai di tingkat bawah digerakkan. Sementara peserta yang lain, dibiarkan jalan sendiri;
luntang-lantung.Dengan skenario ini, maka pasangan yang akan diusung Demokrat adalah Yusril Ihza-Pramono Edhie Wibowo. Pasangan ini akan dinilai mewakili dikotomi yang hingga kini menjadi perbincangan, Jawa-non Jawa dan sipil-militer. Pasangan ini juga mengulangi koalisi 2004, yang saat itu SBY didukung oleh PBB dan Demokrat.
Akankah skenario yang sudah menjadi perbincangan ini akan berjalan lancar?
[ysa]
BERITA TERKAIT: