Tidak Adil Bila Partai Usung Capres Setelah Pileg

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 04 Januari 2014, 15:40 WIB
Tidak Adil Bila Partai Usung Capres Setelah Pileg
ILUSTRASI/NET
rmol news logo . Bila partai politik mengusung calon presiden setelah pemilihan legislatif (pemilu) maka hal itu tidak adil. Sebab kader yang menang dalam Pemilu akan dibebankan untuk mendukung calon presidennya.

Demikian disampaikan politisi muda PDI Perjuangan yang juga mantan Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Beathor Suryadi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 4/11).

"Padahal syarat 20 persen itu untuk calon presiden dan jika tidak hadir dalam kampanye caleg berarti tidak memberikan kontribusinya untuk kemenangan caleg-caleg dan 20 persen partai," ungkap Beathor.

Karena itu, ungkap Beathor, partai harus mendeklarasikan calon presidennya agar calon presiden itu memberi kontribusinya bagi kemenangan kader-kader partai yang menjadi caleg di dapil masing-masing.

"Itulah konsep politik gotong royong berazaskan keadilan dan kesejahteraan," demikian Beathor. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA