Demikian disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Pernyataan Maruarar ini terkait dengan kabar yang berhembus bahwa Ahok pindah ke PDI Perjuangan. Kabar ini muncul seiring dengan kedekatan Ahok dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Apalagi, beberapa waktu lalu, Ahok dan Jokowi juga mengunjungi rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng.
"Intinya kami, saya, Bu Mega dan almarhum Pak Taufiq Kiemas memiliki hubungan baik dengan Pak Ahok sejak dulu, dan bukan sekarang saja. Kami percaya Pak Ahok adalah sosok yang tegas, profesional, dan mandiri. Kalau memiliki pilihan politik harus dihormati sebab setiap orang wajar memiliki dan butuh pencarian rumah yang diperlukan," kata Maruarar beberapa saat lalu (Kamis, 2/1).
Maruarar juga menjelaskan bahwa hubungan baik PDI Perjuangan dengan Ahok sudah terbina sejak dulu kala, saat masih menjabat sebagai Bupati Belitung. Bahkan Ara pribadi, pada tahun 2006 dan 2007, sudah silaturahmi ke rumah Ahok di Belitung untuk konsolidasi partai.
"Saya datang dibukakan pintu langsung oleh beliau," kata Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, sambil juga mengatakan bahwa Ahok memiliki pandangan politik dan pandangan ideologis yang sama dengan PDI Perjuangan, terlebih-lebih soal pluralisme.
"Pak Ahok orangnya egaliter. Kalau ada niat Pak Ahok gabung ke PDIP, masak ditolak. Tetapi saya kira, kita tidak akan rebut Pak Ahok dari Gerindra, dengan mengiming-imingi dia seperti apa. Tetapi kalau ada panggilan hati yah bagaimana, itu terserah beliau. Sebab pilitik itu adalah panggilan hati, kesesuaian visi dan misi serta ideologi," demikian Ara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: