Hanya saja, Megawati, yang sudah mengatakan bahwa keputusan capres akan diumumkan pasca pemilihan umum legislatif 9 April 2014, tidak mau menari di atas gendang orang lain.
Di saat yang sama, Megawati juga tidak mau kemenangan PDI Perjuangan dalam Pileg hanya karena mengandalkan ketokohan Jokowi. Megawati mau mempertahankan PDI Perjuangan sebagai partai yang ideologis. Sebab partai yang menang karena figur tertentu, dan apalagi itu bukan trah Bung Krano, bisa ambruk kapan saja seiring dengan waktu yang berjalan.
Di waktu yang bersamaan pula, Megawati menghendaki agar semua kader partai bekerja keras. Kepada caleg misalnya, ia mau agar semua caleg berkeringat dan bila perlu "berdarah-darah" dulu. Ia mau mendidik kader agar merasakan indahnya kemenangan karena usaha, dan bukan karena ada "bantuan citra" dari figur Jokowi.
Di luar itu, dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, Megawati juga mau membakar Jokowi dalam kawah candradimuka. Megawati mau menguji sejauh mana loyalitas Jokowi, dan juga mau mendidik Jokowi menjadi pemimpin nasional yang memang layak.
Demikian kira-kira info yang sempat beredar di kalangan terbatas.
[ysa]
BERITA TERKAIT: