Demikian disampaikan Pembina Forum Pemuda dan Pelajar Indonesia Moh Jumhur Hidayat ketika berdialog dengan puluhan remaja yang datang dari berbagai daerah dalam acara Forum Pelajar Indonesia yang digelar di Plaza Blok M, Jakarta, Sabtu (21/12).
"Ingat, komunitas ASEAN akan segera berlaku pada 2015. Saat itu mungkin sekali lapangan pekerja kita akan diisi tenaga kerja dari negeri tetangga kita. Untuk itu kuasailah ilmu pengetahuan, pertinggi kemampuan diri, dan cintailah budaya negeri sendiri. Remaja hari ini lima belas tahun ke depan andalah pemegang estafet kepemimpinan bangsa ini. Maka mulai hari ini bersiaplah menjadi pemimpin bangsa," ujar Jumhur.
Menurutnya, generasi muda Indonesia harus sadar sepenuhnya bahwa Indonesia adalah sebuah bansga yang besar yang memiliki banyak sekali budaya serta tradisi. Untuk itu segala potensi yang ada harus terus dijaga. "Pelajarilah sejarah bangsa ini. Indonesia itu lebih besar dari pada bangsa-bangsa di Eropa atau Amerika Latin," kata Jumhur.
Seperti dalam keterangannya ke redaksi, ketika ditanya seorang peserta asal Bengkulu mengenai cara agar anak muda Indonesia mampu lebih mencintai budaya negeri sendiri dibandingkan dengan negeri asing, Jumhur mengatakan pihak yang mengemban amanah kekuasaan di negeri ini harus memperhatikan pengembangan budaya bangsa. "Kekuasaan harus memperhatikan pengembangan bangsa. Ini supaya anak-anak muda Indonesia bisa merasa memiliki budayanya sendiri," tegas Jumhur.
Ketika didesak mengenai apa yang telah dilakukannya terkait dengan pengembangan budaya bangsa, Jumhur yang juga menjadi Kepala BNP2TKI mengaku sudah banyak yang dilakukannya. Ini dilakukan dengan menggunakan media pertunjukan seni tradisi untuk mengenalkan perlindungan kelompok masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.
"Berbagai pertunjukan seni tradisi kami gelar di banyak wilayah di Indonesia. Pada acara itu selain kami melakukan sosialisasi mengenai perlindungan TKI, kami juga memberi kesempatan kepada seniman tradisi untuk berpentas. Jadi antara BNP2TKI dan para seniman tradisi sudah kami galang untuk membangun komunikasi," pungkas Jumhur.
[rus]
BERITA TERKAIT: