KONFLIK SURIAH

Pemberontak Lepaskan Serangan Udara Hingga 25 Orang Tewas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 16 Desember 2013, 11:19 WIB
Pemberontak Lepaskan Serangan Udara Hingga 25 Orang Tewas
ilustrasi/net
rmol news logo . Sedikitnya 25 orang tewas, termasuk diantaranya 14 anak-anak, dalam serangan udara yang terajadi di Aleppo, Suriah pada Minggu (15/12).

Hal tersebut dikabarkan oleh badan pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah atau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) seperti dikutip AFP.  Berdasarkan keterangan direktur SOHR, Rami Abdel Rahman, kelompok pemberontak melepaskan serangan udara dan melemparkan bahan peledak di bagian timur Aleppo, yakni di wilayah Sakhur, Ard al-Hamra, Ansari dan Haydariyeh.

Jumlah korban tewas diperkirakan dapat bertambah karena banyak orang yang terluka berada dalam kondisi kritis.

Aleppo Media Centre (AMC) yang merupakan pusat pemberitaan para aktifis yang berada di lapangan melaporkan bahwa serangan udara tersebut dilayangkan beberapa kali oleh pasukan pemberontak.

Alppo merupakan kota yang mengalami banyak kerusakan sejak serangan pasukan pemberontak pada Juli tahun lalu. Sebagian kota tersebut diduduki oleh kelompok pemberontak. Aleppo saat ini terbagi dalam dua kubu, yakni kubu yang mendukung dan menentang rezim pemerintahan.

Serangan bom lewat udara tersebut terjadi sehari setelah bantuan Bulan Sabit Merah Suriah pada hari Sabtu (14/12) mengirimkan makanan dan obat-obatan di pusat penjara Aleppo yang dikepung oleh pemberontak sejak delapan bulan belakangan.

Pada awal minggu kemarin, pemerintan Suriah juga mengumumkan adanya amnesti bagi sejumlah tahanan di Suriah karena alasan kemanusiaan. SOHR menyebut bahwa 15 tahanan telah dibebaskan dan dikawal keluar dari penjara oleh para relwan. Sementara 341 tahanan lainnya sedang menunggu untuk segera dibebaskan.

Konflik bersenjata di Suriah yang terjadi sejak Maret 2011 lalu telah menewaskan lebih dari 126.000 warganya. Suriah saat ini tengah menuju proses rekonsiliasi damai setelah seluruh senjata kimia diamankan oleh masyarakat internasional dan menunggu untuk dimusnahkan hingga batas waktu pertengahan tahun 2014 mendatang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA