"Manusia kita terlalu mendewakan
tangibel asset. Artinya kita diajak untuk mendewakan fisik Indonesia yang kaya raya. Padahal, kenyataannya itu justru menyesatkan," kata Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, dalam debat capres 2014, di Auditorium LIPI Jakarta (Jumat, 13/12).
Menurut Wiranto,
mindset yang selama ini mengandalkan kekayaan alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia haruslah diubah, menjadi modal insani atau sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing dalam era global, merupakan salah satu modal untuk Indonesia mampu kembali berbicara di kancah dunia.
"Indonesia kini semakin jauh dari cita-cita bangsa,
they dont know who they are. Indonesia tak tahu siapa dirinya," ujar Wiranto dalam acara debat yang juga menghadirkan Capres dari Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra ini.
Selain itu juga Wiranto memaparkan bahwa kondisi kepemimpinan di Indonesia juga memiliki andil dalam menjauhkan Bangsa Indonesia dari cita-citanya. Hal tersebut dikarenakan putaran kesalahan yang terus dilakukan dalam proses pemilihan pemimpin itu sendiri. Kesalahan itu dimulai darir rekrutment calon pemimpin oleh parpol tidak proper dan proses seleksi di Pemilu yang tidak baik sehingga menghasilkan pemimpin legislatif dan eksekutif pusat dan daerah tidak kompeten.
"Kondisi ini menyebabkan yang punya kewenangan tidak punya kompetensi dan yang punya kompetensi tidak punya kewenangan," demikian Wiranto.
[ysa]
BERITA TERKAIT: