Inilah Surat Kaleng "Pegawai KPK" untuk Anas Urbaningrum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 13 November 2013, 15:40 WIB
Inilah Surat Kaleng "Pegawai KPK" untuk Anas Urbaningrum
anas urbaningrum/net
rmol news logo Selain buku Yasin dan uang Rp 1 miliar milik Perhimpunan Pergerakan Indonesia, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyita sepucuk surat kaleng dalam penggeledahan yang dilakukan di markas ormas yang didirikan Anas Urbaningrum itu, kemarin.

Surat tersebut ditulis oleh seseorang yang mengaku sebagai pegawai di KPK. Dalam suratnya dia menyampaikan keprihatinan terhadap Anas yang menjadi korban politik elit Partai Demokrat.

Surat yang disita KPK merupakan surat asli, namun beberapa anggota PPI sudah menggandakan surat itu.

Berikut isi lengkap surat kaleng itu:
 
Kepada yth
Bapak Anas Urbaningrum
di tempat.

Sebelumnya saya mohon maaf, dengan surat ini, dan untuk kebaikan saya, dan menjaga kerahasian ini, maaf saya menyebut identitas saya yang sebenarnya. Saya adalah pegawai biasa di KPK.

Pak Anas yang lugu dan polos. Politik itu memang benar-benar sadis dan tidak ada hati nurani. Teman, kerabat, tidak heran kalau itu musuh, dan lawan politik. Termasuk Pak Anas adalah korban politik dari elit petinggi-petinggi di internal sendiri. Dibalik ini semua adalah Pak SBY dan kroninya.

Masalah bocornya sprindik, saya tersenyum, tapi hati saya terluka. Pak Anas, saya adalah pengagum Pak Anas.

Dan dibelakang Pak Anas banyak yang suport, dan kita siap mendukung perlawanan politik ini. Termasuk mahasiswa, kita sudah mulai cerdas, agar kebenaran itu siap kita dukung.

Pak Anas, ada hal yang penting, saya informasikan. Di KPK itu ada surat pemeriksan Bendahara Demokrat Nazarudin. Di mana BAP nya tersebut, Nazarudin melaporkan, di mana Pak SBY menerima dana untuk kampanye Pilpres 2009. Dimana, BAP tersebut sudah ditandatangani Nazarudin. Tapi, sampai sekarang ini, tidak pernah diangkat KPK. Dan tidak diteruskan langsung sampai sekarang. Mungkin nanti bisa saya kasih softcopynya ke Pak Anas. Mungkin ini bisa sebagai amunisi perlawanan politik buat Bapak.

Demikian surat ini saya buat sbg bentuk pendukung dan pengagum Pak Anas. Akhir kata saya ucapkan Maju terus, kebenaran pasti terungkap.
[dem]
 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA