Wiranto pun, dalam acara kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan diskusi interaktif bertema "Sikap Politik dalam Pencegahan dan Pemberantasan Bahaya Narkoba" di DPP Hanura, berharap BNN dapat memberi wawasan bagi kader Hanura, dan kader Hanura menjadi agen penggerak kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba di setiap wilayahnya.
"Saya minta, setiap caleg Hanura membantu memberikan pengarahan kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang bahaya narkoba. BNN harus didukung oleh seluruh masyarakat Capres dari Partai Hanura ini," kata Wiranto dalam acara yang digelar oleh DPP Partai Hanura, DPP Pemuda Hanura, IT Centre DPP Hanura dan BNN (Senin,11/11).
Sementara Kepala BNN, Komjen Anang Iskandar, menyampaikan bahwa dengan diterimanya BNN di markas DPP Partai Hanura merupakan bentuk kepedulian sebuah partai politik terhadap gerakan anti-narkoba. Dan masalah yang dihadapi BNN saat ini adalah membangkitkan kesadaran bersama seluruh pemangku kepentingan bahwa pengguna narkoba harus direhabilitasi, bukan dipenjara.
"Karena bagi pengguna. apalagi pengguna perdana, penjara hanya menyebabkan mereka melajutkan ketergantungannya. Padahal dalam aturan UU jelas disebutkan bahwa pengguna narkoba itu ancaman hukumannya 4 tahun, atau artinya bisa tidak ditahan, dan memang seharusnya direhabilitasi," ungkap Anang.
Dalam diskusi ini interaktif yang dimoderatori oleh Ketua Umum Gerakan Nurani Nusantara M Fariza Y Irawady yang juga menjadi Ketua IT Centre DPP Partai Hanura ini pun berkembang sebuah komitmen yang kuat untuk mendukung BNN.
"Kami dari Pemuda Hanura siap secara kongkret bekerjasama dengan BNN diseluruh Indonesia untuk melakukan aksi aksi nyata untuk melakukan pencegahan bahaya narkoba," ujar Wishnu Dewanto Ketua Umum DPP Pemuda Hanura.
[ysa]
BERITA TERKAIT: