Tak Mau Jadi Bagian dari Neo-Kolonial, Gambia Tarik Diri dari Negara Persemakmuran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 04 Oktober 2013, 11:05 WIB
Tak Mau Jadi Bagian dari Neo-Kolonial, Gambia Tarik Diri dari Negara Persemakmuran
Yahya Jammeh/net
rmol news logo . Presiden Gambia, Yahya Jammeh menarik negaranya dari Commonwealth atau Negara Persemakmuran. Jammeh beralasan, negara kecil di Afrika Barat tersebut tidak lagi berkeinginan untuk menjadi "anggota dari bentuk institusi neo-kolonial" apapun.

Sebagaimana dilansir Telegraph (Jumat, 4/10), Jammeh mengumumkan sikap pemerintahannya itu pada Selasa Malam lalu

Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat Jumat malam pekan lalu, Presiden Jammeh juga berapi-api mengungkapkan penarikan diri negaranya dari persatuan negara-negara bekas kolonial Inggris tersebut.

Dalam pidatonya, ia mengatakan negara-negara Afrika tidak akan lagi "ditipu" untuk berkiblat pada negara-negara Barat yang sama, yang telah menajajah dan menjarah Afrika pada zaman kolonial.

"Hari ini, setelah berjuang untuk kebebasan kami dan membebaskan benua kami, kami sedang ditentukan (dalam hal) demokrasi-agama, hak asasi manusia, dan pemerintahan yang baik oleh keturunan penguasa kolonial yang sama," katanya.

Dengan demikian, Presiden Jammeh telah menyusul Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe yang mengundurkan diri secara sepihak dari Commonwealth pada tahun 2003. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA