Artinya, secara total belanja negara baru terserap 54,8 persen atau masih Rp 780,4 triliun sampai akhir tahun, dari PBN-P 2013 sebesar Rp 1.502 triliun.
Menurut koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, dengan waktu hari kerja tersisa 73 hari sampai dengan 15 Desember, maka rata-rata belanja yang harus diserap pemerintah setiap harinya bisa mencapai Rp 10,6 triliun.
"Rata-rata belanja Rp 10, 6 triliun per hari dalam 73 hari yang tersisa," ujar Uchok dalam keterangan tertulis, Minggu (15/9).
Dengan menumpuknya penyerapan anggaran di akhir tahun ini ungkap Uchok, jelas-jelas akan berakibat pada meningkatnya inflasi yang saat ini gagal dikendalikan Pemerintah, sehingga memperburuk perekonomian dan menyusahkan rakyat.
"Kita meminta agar pemerintahm mengumumkan Kementerian/Lembaga yang lamban penyerapannya secara rutin, setiap bulannya dan mengawasi modus-modus menghabiskan anggaran menjelang akhir tahun," tandasnya.
Fitra merilis, ada 10 Kementerian dengan realisasi anggaran terendah di semester I 2013, yaitu; Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Rp 2509,8 269,1 10,7 miliar; Kementerian Sosial Rp 16014,1 1873,3 11,7 miliar; Kementerian ESDM Rp 17371,5 2376,6 13,7 miliar; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp 1933,1 297,2 15,4 miliar; Kementerian Komunikasi dan Informatika Rp 3739,5 580,2 15,5 miliar.
Selanjutnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga Rp 1886,8 321,4 17 miliar; Kementerian Perhubungan Rp 35269,3 6207,6 17,6 miliar; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp 79707,7 14265,7 17,9 miliar; dan Kementerian Perdagangan Rp 2949,6 560,1 19 miliar.
[rus]
BERITA TERKAIT: