Korban ditemukan tidak bernyawa di sawah miliknya sendiri dengan kondisi memprihatinkan.
"Posisi tubuh korban menindih kawat jebakan tikus yang dialiri arus listrik," kata Kapolsek Jepon Blora Iptu Moh Junaidi dikutip dari
RMOLJateng, Kamis 23 April 2026.
Kapolsek menjelaskan korban ditemukan Widodo, Lestari, dan Sakijan, sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka melakukan pencarian karena korban belum kembali ke rumah hingga Magrib.
Kecurigaan menguat saat mendapati sepeda motor korban masih terparkir di area persawahan. Guna memastikan, mereka lakukan pengecekan dan mendapati korban sudah tidak bernapas.
Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jepon. Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Jepon bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tim medis dari RS PKU Muhammadiyah Blora menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan.
Berdasarkan olah TKP, kawat perangkap tersebut dipasang sendiri oleh korban mengelilingi sawah dengan jarak sekitar 50 cm dari pematang dengan ketinggian 15 cm dari tanah.
?Sementara hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Pada jari telunjuk tangan kanan ditemukan luka lecet diduga sebagai titik kontak sengatan listrik.
Selain itu, ?kondisi tubuh dalam keadaan kaku (rigor mortis), sehingga memperkuat indikasi kematian korban terjadi akibat arus listrik. ?Jenazah kemudian diserahkan pihak keluarga melalui Kepala Desa Bangsri untuk proses pemakaman.
?"Kami mengimbau dengan sangat agar warga tidak lagi memasang jebakan tikus beraliran listrik," kata Kapolsek.
BERITA TERKAIT: