Wiranto: Karekter Bangsa Harus Bersumber pada Hati Nurani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 26 Juni 2013, 15:22 WIB
Wiranto: Karekter Bangsa Harus Bersumber pada Hati Nurani
wiranto/ist
rmol news logo . Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) Indonesia pada 14 Maret 2013 lalu menduduki peringkat ke 121 dari 185 negara.

Walapaun hal tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, namun berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi yang diluncurkan oleh Transparency International (TI), Indonesia berada di urutan 118 dari 176 negara dengan skor indeks 32, dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Bahkan, posisi Indonesia di bawah Malaysia, Thailand, dan Filipina.

"Ini menunjukan karakter seperti apa yang sedang kini sedang melanda bangsa Indonesia, apakah memang seperti ini yang kita tuju? Saat ini seolah-olah bangsa Indonesia kehilangan jati dirinya," kata Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, saat menjadi pembicara dalam  acara Seminar Nasional Pendidikan Karakter bertemakan  "Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Bangsa" yang diadakan di Gedung Sertifikasi Guru Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta (Rabu, 26/6).

Dalam bahan seminar yang berjudul "Bimbingan Dalam Pembentukan Karakter Bangsa Di Era Globalisasi" ini, sebagaimana disampaikan dalam keterangan kepada redaksi (Rabu, 26/6), Wiranto mengungkapkan bahwa karakter bangsa memang sangat sulit dicari formulasinya, sebab sangat abstrak. Karakter bangsa merupakan sesuatu yang sangat khas, pemahaman rasa, karsa, dan berprilaku berbangsa yang berdasarkan 4 Pilar Kebangsaan.

Wiranto juga menyebutkan bahwa sumber karakter yang baik adalah yang berasal dari hati nurani atau qalbu, karena disanalah sumber kebenaran dari diri kita ditempatkan. Artinya, jika manusia mampu berfikir dan berekspresi sesuai dengan hati nurani, bisa di pastikan akan muncul perilaku yang sesuai pula dengan hati nurani, kemudian muncul kebiasaaan dan akhirnya akan menjadi karakter yang berhati nurani.

Selain itu juga Wiranto menegaskan, bahwa sebenarnya Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sehingga pada saat negara ini dijajah oleh negara asing dan bersatu maka Indonesia mampu mengenyahkan penjajah tersebut.

"Namun pada era globalisasi seperti ini, apakah kita sudah mampu untuk menjadi diri sendiri di negara ini? Sebab jika kita perhatikan hampir semua produk yang kita gunakan adalah produk asing, maka dibutuhkan karakter yang kuat untuk mampu merubah keadaan ini," ujarnya dalam seminar yang diikuti oleh para dosen S1, S2 maupun S3 dari berbagai Perguruan Tinggi ini. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA