Hal itu tercermin dalam rapat yang digelar Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Badan Industri Mineral (BIM) di Kantor BP BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Panglima TNI Agus Subiyanto.
Dalam keterangan tertulis di akun Instagram @sjafrie.sjamsoeddin, Sjafrie menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi mineral yang sangat besar dan strategis.
Menurutnya, potensi tersebut harus dijaga serta dikelola secara aman dan tertib agar benar-benar berorientasi pada kepentingan nasional.
“Dalam konteks ini, pertahanan negara memiliki peran penting untuk mendukung stabilitas wilayah, pengamanan objek strategis, serta memastikan proses eksplorasi dan pengelolaan berjalan sesuai tata kelola yang baik,” ujar Sjafrie, dikutip redaksi, Sabtu, 16 Mei 2026.
Sjafrie yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah BIM menegaskan pentingnya pengembangan tambang logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE) di Mamuju, Sulawesi Barat.
BERITA TERKAIT: