Senjakala Puan Maharani...

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 26 Juni 2013, 07:29 WIB
<i>Senjakala Puan Maharani...</i>
puan maharani/ist
rmol news logo . Bila ada partai yang cukup menarik saat ini untuk terus diperbincangkan maka itu adalah PDI Perjuangan.

Sikap konsisten PDI Perjuangan untuk menjadi oposisi menjadi bahan analisa. Dan tidak sedikit dari pengamat yang menyebut PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai ideologis saat ini. Meski memang ada juga yang menyebut nasionalisme PDI Perjuangan adalah nasionalisme romantis.

Dan bila dibedah lebih dalam lagi, saat ini, persoalan yang paling menarik di PDI Perjuangan adalah persoalan suksesi kepemimpinan di tingkat internal, pasca Megawati Soekarnoputri. Banyak yang percaya, soliditas PDI Perjuangan akan tetap kokoh dan kukuh bila puncak pimpinan tetap dipegang trah Bung Karno.

Di antara trah Bung Karno itu tentu saja ada Puan Maharani. Puan Maharani, saat ini menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR, setelah sebelumnya menjabat, atau ada juga yang mengistilahkan "magang", sebagai Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan. Karir politik Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga ini pun terus berkibar seiring dengan waktu. Belakangan, Puan pun sering tampil ke publik, menyampaikan pandangannya. Bahkan, Puan pun semakin terbuka menghadapi berbagai pertanyaan media.

Bila boleh dikatakan, prestasi politik Puan Maharani terlihat jelas saat Pilkada Jawa Tengah. Di Pilkada ini, Puan menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan. Dan hasil Pilkada membuktikan, Jawa Tengah tetap "berwarna merah".

Tentu, ada banyak faktor kememangan calon yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Namun sosok Puan, yang bahkan sering turun ke berbagai ke pelosok di Jawa Tengah, tak bisa diabaikan begitu saja. Inilah prestasi paling aktual dari Puan Maharani.

Di tengah prestasi politik Puan ini, banyak yang percaya bahwa karier cemerlang Puan tak lepas dari dorongan sang ayah, Taufiq Kiemas. Taufiq Kiemas, bahkan disebutkan, dalam beberapa kesempatan, sering meminta elit PDI Perjuangan, dan bahkan keluarga Bung Karno yang lain, untuk mendukung Puan Maharani.

Kini, setelah Taufiq Kiemas meninggal dunia, banyak juga yang percaya, karir politik Puan akan merosot. Rasa percaya diri Puan pun disebutkan semakin menurun. Kini, tidak ada lagi yang mem-backup eksistensial Puan, selain harus berjuang sendirian. Dan ini perjuangan sulit yang harus dilalui Puan.

Di tengah situasi itu, Puan pun harus menghadapi kehadiran kakak seibunya, Prananda Prabowo. Prananda adalah anak kedua Megawati dari suami pertama, almarhum Lettu Penerbang Surindro Supjarso. Adik Mohammad Rizki Pratama ini memang jarang tampil ke publik. Bila pun tampil ke publik, sebagaimana namanya mulai berkibar saat Kongres PDI Perjuangan di Bali 2010 lalu, pria kelahiran 3 April 1970 sangat hemat untuk berbicara. Ia terkesan sembunyi dari publikasi media.

Tapi suasana bathin di PDI Perjuangan mulai berubah, atau semakin dinamis. Kini, ada sekelompok elit di PDI Perjuangan yang mulai berdiri di belakang Prananda. Nama Prananda, yang disebut-sebut lebih sering "menyepi" untuk terus mendalami ideologi Bung Karno ini, semakin berkibar dan harum. Banyak yang percaya, ia masih dipingit untuk tampil bila waktunya sudah tiba.

Bila Prananda memastikan diri terjun ke gelanggang politik, posisi Puan pun dinilai akan tergeser. Hal ini ditambah ada kerinduan di tengah kondisi politik PDI Perjuangan yang semakin ideologis; kerinduan pada tokoh yang memahami ajaran Bung Karno, yang masih memiliki darah sang Proklamator. Dan sosok itu dinilai ada pada Prananda.

Prananda bukan satu-satunya. Nama lain yang juga bisa menenggelamkan posisi Puan ada adalah Puti. Puti memang bukan anak Megawati. Puti adalah anak Guntur. Politisi yang sudah duduk di DPR dan bernama lengkap Puti Guntur Soekarnoputra ini dinilai smart, dan juga memahami dengan baik gagasan-gagasan besar dan mendasar dari Bung Karno.

Tentu saja, akhirnya, sejarah yang akan mencatat perkembangan partai berlambang banteng moncong putih ini. Sejarah juga yang akan menjadi timbangan, siapa akhirnya yang akan memimpin PDI Perjuangan di masa mendatang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA