Riak dinamika itu ditandai dengan ucapan Joko Widodo soal Muhammad Prananda Prabowo. Joko Widodo mengaku pernah ditanya oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, soal Prananda. Joko Widodo pun menilai sosok Prananda sangat potensial menjadi pengganti Megawati.
Fakta ini pun menandai dua hal, bila benar pengakuan Joko Widodo tersebut. Pertama, Megawati mulai memikirkan regenerasi kepemimpinan setelahnya. Dan kedua, dan ini yang lebih menarik, adalah soal dukungan diam-diam Megawati kepada Prananda.
Prananda adalah anak kedua Megawati dari suami pertama, almarhum Lettu Penerbang Surindro Supjarso. Adik Mohammad Rizki Pratama dan kakak seibu Puan Maharani ini jarang tampil ke publik. Bila pun tampil ke publik, sebagaimana namanya mulai berkibar saat Kongres PDI Perjuangan di Bali 2010 lalu, pria kelahiran 3 April 1970 sangat hemat untuk berbicara. Ia terkesan sembunyi dari publikasi media.
Saat Kongres PDI Perjuangan di Bali itu, muncul rumors di permukaan bahwa ada dua calon Ketua Umum PDI Perjuangan yang dipersiapkan. Prananda disebutkan sebagai calon ketua umum yang didukung oleh Megawati, sementara Puan Maharani adalah calon penerus yang disokong Taufiq Kiemas.
Di tengah sosok Prananda yang enggan tampil ke publik, Puan Maharani pun menepis isu dan rumors ini, serta menegaskan bahwa ia dan Prananda memiliki hubungan yang sangat baik.
Di internal PDI Perjuangan, ada sekelompok pihak yang disebutkan mulai berdiri di belakang Prananda. Kubu ini pun secara diametral berbeda dengan kelompok lain, yang berdiri di balik ketokohan Puan Maharani. Saling dukung kepada dua sosok ini semakin hari semakin mengkristal.
Namun berbeda dengan Puan yang sudah memiliki posisi penting di partai dan duduk di Senayan, Prananda disebut-sebut lebih sering "menyepi" untuk terus mendalami ideologi Bung Karno. Sosok pendiam itu pun dikenal menguasai bidang teknologi informasi dengan sangat baik.
Di balik sosok pendiamnya, Prananda pun seakan-akan menebar terus sisi misterinya. Ia, misalnya, memiliki blog, yang sejak Kongres di Bali hingga saat ini belum terisi apa-apa. Ia seakan membiarkan publik terus penasaran, sehingga ada juga yang percaya bahwa ia sebenarnya sedang
dipingit untuk tampil bila waktunya sudah tiba.
Namun yang pasti, ada juga yang meragukan kapasitas Prananda, meskpiun ia sudah dipercaya Megawati untuk memantau langsung Pilkada Bali beberapa waktu lalu. Mas Nanan, begitu ia disapa di internal PDI Perjuangan, dinilai tidak memiliki karir politik dari bawah. Penilaian ini misalnya sempat dilontarkan oleh gurubesar Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf.
Namun, sepertinya juga, Prananda mulai membuka tabir. Ia sepertinya juga mau menjawab beberapa pihak yang meragukan kapasitas politiknya. Dalam akun twitter @pranandaprabowo, ia berkicau:
"Politik bukan hanya urusan tampil menampil saja. Politik itu bisa dilakukan dimana saja, semampu kita. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memahami dan mengerti hakekat dasar kehidupan berpolitik,"
Tentu saja, ini bukan hanya soal Prananda. Ini juga soal nasib PDI Perjuangan di masa mendatang. Dan hingga kini, masih banyak yang percaya, PDI Perjuangan harus tetap dipegang oleh trah Bung Karno.
Tentu saja, selain Prananda dan Puan, sosok lain yang juga patut diperhitungkan adalah Puti Guntur Soekarnoputra, yang kabarnya juga memiliki pengikut setia.
Soal sikap dan dukungan Megawati, ada juga yang menyebutkan bahwa sebenarnya puteri Bung Karno ini tidak mendukung siapa-siapa. Megawati lebih menyerahkan suksesi ini kepada proses politik yang alami, dan kepada ketangguhan politik calon penggantinya itu.
Dan apa pun itu, situasi politik PDI Perjuangan akan semakin menarik dan dinamis di masa-masa mendatang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: