Tingkatkan Daya Saing Pasar Tradisional, Pasar Boja dan Bintoro Direvitalisasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 24 Mei 2013, 14:29 WIB
Tingkatkan Daya Saing Pasar Tradisional, Pasar Boja dan Bintoro Direvitalisasi
ilustrasi
rmol news logo Revitalisasi dan penataan kembali Pasar Boja dan Pasar Bintoro untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, meningkatkan citra dan daya saing pasar tradisional dalam menghadapi pertumbuhan toko modern yang cukup pesat, serta mendorong perekonomian nasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat meresmikan Pasar Boja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, (Jumat, 24/5).

Mendag mengungkapkan bahwa revitalisasi pasar dapat memberikan hasil yang positif terhadap peningkatan omset transaksi. "Hasil evaluasi terhadap kinerja 10 pasar percontohan yang dibangun tahun 2011 menunjukkan adanya peningkatan omset transaksi sebesar 33%-85% dibandingkan sebelum revitalisasi," jelas Mendag. 

Mendag berharap bahwa revitalisasi Pasar Boja setelah mengalami kebakaran di tahun 2007 ini mampu menstimulasi perekonomian masyarakat di Kabupaten Kendal, serta memberikan kegembiraan dan kelegaan para pedagang sehingga dapat berjualan kembali.

Pasar Boja dijadikan sebagai pasar percontohan oleh Kementerian Perdagangan karena lokasinya yang strategis di kawasan perdagangan di pusat kota, aman dan mudah diakses dari wilayah di sekitarnya, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Batang. Pasar Boja juga menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah dan terjangkau masyarakat.

Sejak tahun 2011-2013, Kemendag telah merevitalisasi 447 unit pasar tradisional yang terdiri dari 53 unit pasar percontohan dan 394 unit pasar non percontohan melalui dana Tugas Pembantuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 unit pasar tradisional berada di Provinsi Jawa Tengan dengan anggaran sebesar Rp 180 miliar (9,12%). Jumlah ini sudah termasuk Revitalisasi Pasar Boja sebesar Rp 4 miliar.

Mendag juga mengunjungi Pasar Bintoro, Demak. Letak Pasar Bintoro ini sangat strategis karena berada di antara Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga, Kadilangu yang merupakan wisata religi andalan Kota para Wali.

Pasar yang berciri khas sebagai pusat oleh-oleh dan suvenir Kabupaten Demak ini diharapkan mampu menggerakkan geliat UMKM dan menopang sektor pariwisata. Oleh karena itu, beberapa kios di Pasar Bintoro sengaja dijadikan showroom sekaligus sentra penjualan berbagai produk khas dengan kearifan lokal.

Saat berkunjung ke Pasar Bintoro, Mendag juga mejelaskan bahwa aktivitas pasar yang berlangsung sepanjang hari terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga berpotensi meringankan beban pemerintah dalam menekan angka kemiskinan.

Di akhir kunjungan, Mendag berkesempatan berdialog dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di area tersebut dan dilanjutkan dengan pemberian tenda dan gerobak untuk berjualan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA