“Selain tidak berdasar, propaganda ini menyembunyikan fakta yang sebenarnya tentang Prakarsa Jakarta untuk menuntaskan masalah Papua dalam waktu yang segera,†tegas Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, dalam pesan singkat Rabu (22/5).
Herman Dogopia menyetir pernyataan SBY tersebut saat berbincang dengan sebuah media online beberapa waktu lalu. Herman mengatakan, pernyataan mengejutkan SBY tersebut terlontar dalam pertemuan dengan pemuka agama asal Papua, di Desember 2011. Rumor itu sudah beredar dari mulut ke mulut di antara para pemuka agama di Papua.
Presiden SBY, lanjut Daniel, justru berketetapan untuk melakukan pembicaraan yang intensif agar dalam masa pemerintahannya semua persoalan Papua dapat diselesaikan. Pasalnya, mewujudkan Papua tanah damai, sejahtera, dan berkeadilan merupakan komitmen politik Presiden SBY.
Papua adalah bagian yang utuh dari Republik Indonesia. Formula politik di luar itu tidak pernah, tidak boleh, dan tidak mungkin menjadi pilihan. “Presiden mengajak semua elemen di dalam dan luar Papua untuk memberikan yang terbaik demi cita cita Papua yang maju bersama daerah lain di negeri ini," tukas Daniel.
Daniel juga membantah pernyataan Herman Dogopia bahwa Presiden SBY tidak mau berdialog lagi dengan rakyat Papua.
[zul]
BERITA TERKAIT: