Artis-artis tenar bercerai setelah menjadi anggota dewan. Sebut saja anggota DPR Rachel Maryam yang bercerai dari suaminya Muhamad Akbar Pradana, Theresia Ebenna Ezeria Pardede (Tere) bercerai dari Eka Nugraha, Adjie Massaid (alm) bercerai dengan penyanyi Reza Arthamevia.
Lalu anggota DPRD DKI Jakarta Wanda Hamidah yang bercerai dari Raoul Hakim.
Kasus terbaru, Venna Melinda sedang menuntut cerai suaminya Ivan Fadilla. Lalu anggota DPR Partai Gerindra Jamal Mirdad sedang dalam proses cerai dengan artis lawas Lidya Kandou.
Psikolog Tika Bisono mengatakan, cobaan bagi artis ketika lolos ke DPR atau DPRD semakin hari semakin besar. Khususnya godaan selingkuh dari lawan jenis baik untuk pria maupun wanita.
Setelah jadi anggota dewan, artis akan lebih sering menghabiskan waktu bersama rekan kerja di berbagai kesempatan sampai larut malam. Bahkan bisa sampai berhari-hari di luar kota. Termasuk di luar negeri. Dan semuanya itu jauh dari keluarga dan suami.
“Jauh dari keluarga bisa memicu seseorang merasa kesepian dan bisa memicu perselingkuhan,†kata Tika.
Menurutnya, pasangan suami-istri pasti akan mengalami masa pasang surut. Masa ini akan menjadi semakin rentan ketika istri berada di posisi yang lebih baik.
“Bagi beberapa orang, menjadi anggota Dewan merupakan pekerjaan yang istimewa. Terkadang hal itu bisa membuat seseorang terlalu bangga pada dirinya,†katanya.
Psikolog Sani Hermawan menambahkan, retaknya pernikahan di kalangan artis setelah menjadi pejabat negara disebabkan kesibukan yang berpotensi memperkeruh sebuah hubungan.
Menurut dia, terpilih sebagai anggota DPR berimplikasi pada banyaknya aktivitas. Hal itu bisa memunculkan ketidaknyamanan pada pasangan.
Akibatnya, saat aktivitas banyak menyita tenaga dan waktu, keharmonisan hubungan suami istri mengendur.
“Di saat komunikasi tak dijaga, potensi munculnya masalah pada kualitas dan kuantitas hubungan makin besar,†cetusnya.
Sani menyarankan kepada wanita yang sibuk dengan karier sebagai anggota dewan, tetap menjaga komunikasi dengan pasangan. Pasalnya, sebuah hubungan tak akan berjalan lama jika tidak ada komunikasi rutin.
“Berjuang menyuarakan aspirasi rakyat memang tugas mulia. Tapi apa artinya kalau aspirasi keluarga sendiri terabaikan dan menemui jalan buntu dan berakhir dengan perceraian,†tandas Sani.
Caleg PKB Arzetti Bilbina berharap, teman-temannya dari kalangan artis tidak lagi menemui kegagalan dalam berumahtangga setelah menjadi anggota DPR. Kata dia, setelah menjadi anggota DPR, sebagai artis harus menjaga sikap dan perilaku. Sebab, anggota parlemen adalah panutan bagi masyarakat.
“Menjadi politisi jangan mengorbankan suami dan anaknya. Suami adalah imam, harus dijaga wibawa dan perasaannya. Istri dan suami harus saling menghargai. Perempuan yang menjadi pejabat tidak boleh mengabaikan keluarga,†pesan Arzetti.
Pengamat politik Universitas Islam Asyafiiyah Masriadi Pasaribu menduga, penyebab perceraian artis adalah tekanan mental akibat pekerjaan.
Lingkungan kerja DPR yang penuh dengan tipu muslihat dan saling menjatuhkan antar teman berbeda dengan dunia artis.
“Akibat stres di DPR, saat pulang ke rumah mereka sumpek. Akibatnya keluarga dan pasangan jadi korban pelampiasan emosi, dan terjadilah perseteruan yang berujung perceraian,†kata dia.
Selain itu, kata dia, faktor materi ikut mengubah pola pikir artis terhadap pasangan. Sepengetahuannya, artis perempuan di DPR kerap menjadi objek selingkuhan politisi berlatar belakangan pengusaha sukses.
“Politisi kaya di DPR banyak menganggap artis sebatas teman penghibur saja. Mereka anggap artis itu bukan kawan dialog yang selevel. Anggota DPR berduit menjadikan artis sebagai objek untuk selingkuh,†cetusnya.
Masriadi menilai, anggota DPR artis yang bercerai bukan contoh yang baik bagi rakyat. Saran dia, anggota DPR yang gagal menjaga hubungan rumah tangga tidak dipilih kembali pada Pemilu 2014. “Bagaimana mau memperjuangkan aspirasi rakyat, memperjuangkan aspirasi keluarga saja gagal,â€kritiknya.
Selingkuh, KDRT Dan Isu Gender Pemicu Masalah
Khofifah Indar Parawansa
Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) ini menilai, perceraian yang banyak terjadi karena gugatan pihak anggota DPR perempuan disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya oleh kesetaraan gender. Kampanye kesetaraan gender perempuan meninggikan posisi tawarnya.
“Bisa jadi hal ini yang memicu perceraian anggota DPR. Berdasarkan data di lapangan, penyebab pertama kasus perceraian karena adanya ketidakharmonisan. Turunan dari ketidakharmonisan keluarga ini adalah perselingkuhan,†ujarnya, kemarin.
Diakuinya perempuan sekarang semakin terdidik dan mandiri secara ekonomi. Kemandirian di segala hal membuat wanita semakin berani berargumentasi. “Di saat adu argumen, masing-masing pihak harus mampu menahan ego. Artinya, pola komunikasi yang terbangun harus two way traffic atau dua arah. Harus dengan musyawarah penyelesaian konflik,†saran Khofifah.
Berdasarkan data Fatayat NU, sebanyak 59 persen gugatan cerai memang dilakukan oleh perempuan. Dari 59 persen tersebut, 48 persen perceraian dipicu karena kasus perselingkuhan. Selebihnya, dipicu oleh Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Selain itu, kata dia, perkembangan teknologi komunikasi juga turut berpengaruh. Tidak jarang, banyak kasus perselingkuhan dan perzinahan terjadi karena mudahnya berkomunikasi secara privat.
“Kemudahan berselingkuh itulah yang tak jarang membuat keharmonisan rumah tangga hancur,†ujarnya.
Perceraian Bisa Menimpa Siapa SajaEko Hendro Purnomo
Anggota Komisi X DPR ini keberatan jika artis yang duduk sebagai anggota legislatif suka bercerai. Baginya, masalah perceraian sebaiknya dikembalikan kepada individu masing-masing.
“Tidak ada korelasinya artis yang kerja di DPR lalu cerai. Soal perceraian bukan soal artis atau anggota DPR, yang lain juga bisa,†katanya, kemarin.
Eko tak menyangkal kesibukan sebagai anggota Dewan terkadang terbentur dengan kepentingan rumah tangga atau keluarga. Namun, semua bisa diatasi dengan manajemen pembagian waktu yang baik.
Apa benar artis kalau menjadi politisi rentan selingkuh ? Eko membantahnya. sang pelawak bilang, kasus perselingkuhan tidak relevan jika dikaitkan dengan latar belakang artis.
Eko tidak sependapat jika godaan selingkuh dari lawan jenis untuk artis anggota DPR atau DPRD, dianggap lebih besar dari profesi lain. Menurut dia, perselingkuhan adalah perbuatan individu.
Menurutnya, anggota dewan walaupun sering ke luar negeri, dan rapat menghabiskan waktu di berbagai tempat sampai larut malam dengan rekan, tidak akan selingkuh sepanjang bisa menjaga diri. “Itu semua tergantung individu masing-masing,†pungkasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: