Gara-gara Pemerintah Tak Berwibawa, KPK dan Polisi Pun Tak Saling Menghargai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 06 Oktober 2012, 18:50 WIB
Gara-gara Pemerintah Tak Berwibawa, KPK dan Polisi Pun Tak Saling Menghargai
ilustrasi/ist
rmol news logo . Sebagai sesama aparatur negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan polisi terlihat jelas sangat tidak saling menghargai.

Hal ini terlihat jelas dari sikap yang ditunjukan oleh KPK maupoun Kompol Novel Baswedan. Novel tidak bisa bersedia kembali ke lambaga yang telah membesarkannya.

"Padahal diakan masih polisi," kata pakar hukum tatanegara, Margarito Kamis, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 6/10).

Selanjutnya kata Margarito, tersangka kasus Simulator Irjen Djoko Susilo juga pernah mangkir dari penggilan lembaga pimpinan Abraham samad cs.

"Inikan bentuk tidak menghargai sesama penegak hukum," cetusnya.

Kasus ini, ungkap Margarito, menunjukkan pengelola pemerintahan tidak berwibawa [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA