Menanggapi kabar tersebut, Wakil Ketua Komisi III, Nasir Djamil mengaku tak percaya jika DPR akan dijadikan sasaran oleh para teroris.
"Saya enggak percaya kalau gedung DPR jadi sasaran teroris. Kalau mau cari anggota Dewan mudah mau cari kemana-mana," kata Nasir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Rabu, 5/9).
Politisi PKS ini pun tak lantas percaya begitu saja ketika mendengar bahwa DPR akan dijadikan sasaran berikutnya. Pasalnya gedung DPR bukan seperti Istana atau gedung yang seperti teroris rencanakan.
"Saya enggak percaya dengan info itu. DPR ini bukan tempat peralatan senjata kira-kira begitu," jelasnya.
Namun bila gedung ini mau dihancurkan, kata Nasir, sebenarnya mudah dan bisa saja. Karena pengamanan tidak begitu berat dan disetting semua rakyat bisa masuk. Oleh karena itu saya pastikan itu tidak benar.
"Tapi saya enggak percaya ini menjadi sasaran teroris walaupun betul simbol negara. Di sini tidak punya hal-hal yang barangkali dianggap mereka penting untuk dibom. Saya pribadi enggak percaya," paparnya.
Dikatakan Nasir bahwa hal-hal seperti ini jangan terlalu dipermasalahkan dan tidak usah juga dibesar-besarkan. Karena cukup disampaikan pada pihak terkait pasti semua akan selesai.
"Kami enggak mengerti maksud Ansyad sampaikan, ini harus ditata jangan sampaikan ke publik karena panik. Selama ini DPR tidak berhubungan dengan teroris kalau bermitra dengan penangkap teroris ya memang iya," tukasnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: