Hidayat Nur Wahid yang menjadi ketua rombongan mengatakan, pihaknya sudah berdialog dengan pemerintah, DPR dan DPD serta perwakilan masyarakat Myanmar untuk mencari solusi konflik Ronghiya.
"Dari misi ini, Kita (PKS) mendorong pemerintah dan perlemen Myanmar menjadi lokomotif transformasi demokrasi yang sedang berlangsung disana," kata HNW saat jumpa pers di ruang wartawan, Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Senin, (27/8).
Adapun misi utama delegasi ini adalah agar demokrasi yang mulai diberlakukan di Myanmar dapat terus dijalankan. Harapannya, akan tercipta kehidupan yang demokratis, penegakan hukum dan HAM yang berlaku adil dan tidak diskriminatif.
"Diharapkan akar masalah konflik di Rakhine, mengenai status kewarganegaraan muslim Rohingya, dapat dicari solusi. Kita ingin menjadi bagian diplomasi parlemen dan menghadirkan solusi untuk teman-teman Myanmar," paparnya
. [arp]
BERITA TERKAIT: