Sebut Presiden Koruptor, Yusril Ihza Didesak Minta Maaf pada SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 26 Agustus 2012, 13:51 WIB
Sebut Presiden Koruptor, Yusril Ihza Didesak Minta Maaf pada SBY
yusril ihza/ist
rmol news logo . Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra didesak segera meminta maaf kepada Presiden SBY. Pasalnya, pernyataan Yusril di twitter yang mengatakan SBY juga bisa disebut koruptor sangat tidak etis.

"Kita minta agar Yusril meminta maaf," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa, saat dihubungi beberapa saat lalu (Minggu, 26/8).

Dalam akun twitter-nya, @Yusrilihza_Mhd, Yusril menulis: "Presiden kasi grasi ke koruptor presiden koruptor, mantap!"

Yusril sendiri mengaku kicauan di twitter ini menggunakan logika yang dipakai oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang menyebut advokat pembela koruptor sebagai koruptor.

Menurut Saan, pernyataan Yusril itu ibarat mau menyelesaikan polemik dengan polemik baru. Padahal seharusnya Yusril cukup berdebat dengan Denny, yang sama-sama memiliki keahlian di bidang hukum.

"Membuat analogi dengan mengikutsertakan pihak lain (dalam hal ini SBY) berpotensi membuat masalah ini malah menjadi semakin politis," jelas Saan, sambil mengatakan bahwa pemberian grasi dan remisi merupakan hak prerogatif presiden yang dilindungi oleh UUD. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA