Harga sembako Melangit, Menteri Gita Wiryawan Didesak Turun Tangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 15 Juli 2012, 21:03 WIB
Harga sembako Melangit, Menteri Gita Wiryawan Didesak Turun Tangan
sembako/ist
RMOL. Seperti biasa, menjelang bulan Ramadhan dan hari Lebaran, harga bahan pokok merangkak naik. Tak terkecuali dengan tahun ini. Harga sembako semakin terasa dan melambung tinggi. Ini menunjukkan ada kesalahan dalam tata niaga dan distribusi.

"Kami meminta Kementerian Perdagangan  untuk secepatnya melakukan investigasi siapa yang bermain terhadap kenaikan bahan pokok ini? Dan dilakukan pengusutan terhadap biang keladi kenaikan harga bahan pokok ini. Menteri perdagangan harus serius tangani," kata anggota Komisi VI (Bidang Perdagangan dan Perindustrian), Iskandar Syaichu dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Minggu, (15/7).

Kenaikan harga bahan pokok, ujar politisi PPP itu, jelas menyusahkan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan Gita Wiryawan harus bergerak cepat dan turun ke lapangan untuk memastikan apa penyebabnya.

"Terdapat kesalahan berpikir bila kenaikan bahan pokok ini dikaitkan karena adanya permintaan (demand) yang meningkat dari masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, Mendag juga diminta untuk bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk menindak secara hukum jika ternyata ditemukan pelanggaran oleh penjual atau distributor.

"Terkait kebijakan operasi pasar yang biasanya dilakukan oleh pemerintah dalam merespon kenaikan harga bahan pokok, jika itu menjadi solusi silakan dilakukan. Namun harus diingat, kebijakan itu tidak memberikan solusi terbaik untuk mengatasi kenaikan bahan pokok," katanya.

"Kemendag harus turun langsung mengecek kenapa bahan pokok naik. Kenaikan ini akan membuat sulit pedagang kecil dan tentunya akan menambah tingkat kemsikinan baru di masyarakat," ungkapnya lagi. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA