Survei PDI Perjuangan: Golkar di Urutan Pertama dan Demokrat Kalah oleh Gerindra

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 07 Juni 2012, 14:13 WIB
Survei PDI Perjuangan: Golkar di Urutan Pertama dan Demokrat Kalah oleh Gerindra
pdip/ist
RMOL. Bila Pemilu digelar saat ini, maka partai yang akan keluar sebagai pemenang adalah Partai Golkar dan kemudian disusul oleh PDI Perjuangan.

"Golkar meraih sekitar 15,8 persen dan disusul PDI Perjuangan 13,9 persen," kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemuda dan Olahraga, Maruarar Sirait, saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat koordinasi bidang Pemuda dan Olahraga ke-III di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta (Kamis, 7/6).

Sementara di urutan ketiga, ungkap Maruarar, ditempati oleh Partai Gerindra dengan perolehan suara 9,9 persen. Sedangkan Partai Demokrat berada di urutan keempat dengan perolehan suara 6,8 persen.

Survei nasional yang digelar PDI Perjuangan dengan melibatkan lembaga survei ini terkait hubungan antara satu kasus hukum dan ideologi Pancasila dengan pilihan partai politik bagi pemilih pemuda.

Survei yang dilakukan pada 8 hingga 13 Mei ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara tatap muka langsung dengan responden dari seluruh provinsi di Indonesia, serta melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Responden dipilih melalui metode multistage random sampling. Sementara margin error survei yang memilih responden yang berusia di bawah 30 tahun ini adalah plus minus 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam kesempatan ini, Maruarar menegaskan bahwa partai politik harus benar-benar begerak dalam mendidik massa. Sehingga partai bisa menjadi partai ideologis, dan di saat yang sama meraih simpati dari publik.

Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, juga mengingatkan bahwa ideologi bagi sebuah partai politik sangat penting dan mendasar. Selain ideologi, partai politik juga perlu bercermin pada garis sejarah perjuangannya, dan di saat yang sama juga harus dikelola secara obyektif, serta berbasiskan pada data ilmiah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA