Maruarar Sirait: Partai Harus Memiliki Basis Ideologis dan Dikelola Secara Obyektif

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 07 Juni 2012, 13:30 WIB
Maruarar Sirait: Partai Harus Memiliki Basis Ideologis dan Dikelola Secara Obyektif
maruarar sirait/ist
RMOL. PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki ideologi yang jelas bila dibandingkan dengan partai-partai yang lain. Karena itu, bagi PDI Perjuangan yang berideologi Pancasila 1 Juni 1945, mengetahui persepsi dan pemahaman publik atas Pancasila menjadi sangat siginifikan.

"Mengetahui pemahaman masyarakat atas Pancasila ini penting bagi partai kita," kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemuda dan Olahraga, Maruarar Sirait, di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta (Kamis, 7/6).

Pernyataan Maruarar ini disampaikan di sela-sela Rapat Koordinasi Bidang Pemuda dan Olehraga DPP PDI Perjuangan ke-III. Dalam Rakor ini juga dibahas hasil survei nasional terkait hubungan antara satu kasus hukum dan ideologi Pancasila dengan pilihan partai politik bagi pemilih pemuda.

Berdasarkan survei ini, sebanyak 88,7 persen dari 1.200 responden menyatakan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang paling sesuai. Sedangkan sekitar 4,2 persen responden menilai Pancasila tidak sesuai untuk dijadikan dasar negara, dan sekitar 7,1 persen menyatakan tidak tahu.

Namun, berdasarkan survei ini, sekitar 61,9 persen responden menilai bahwa Pancasila belum diterapkan dengan baik. Sedangkan hanya sekitar 22,5 persen yang menyatakan sudah diterapkan dengan baik, dan sisanya, sekitar 15,6 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei yang dilakukan pada 8 hingga 13 Mei ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara tatap muka langsung dengan responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Responden dipilih melalui metode multistage random sampling. Sementara margin error survei yang memilih responden yang berusia di bawah 30 tahun ini adalah plus minus 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Terkait hasil survei ini, Maruarar menegaskan bahwa partai politik harus benar-benar begerak dalam mendidik massa. Sehingga partai bisa menjadi partai ideologis, dan di saat yang sama meraih simpati dari publik.

Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, juga mengingatkan bahwa ideologi bagi sebuah partai politik sangat penting dan mendasar. Selain ideologi, partai politik juga perlu bercermin pada garis sejarah perjuangannya, dan di saat yang sama juga harus dikelola secara obyektif, serta berbasiskan pada data ilmiah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA